Ketua RMI PBNU KH Hodri Ariev menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya PBNU untuk terus memberikan pendampingan kepada pesantren dalam mewujudkan Pesantrenku Aman.
Gus Yahya secara khusus menyoroti wacana pemilihan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang belakangan menjadi perbincangan di kalangan warga Nahdliyin. Menurutnya, PCNU perlu cermat dalam memilih kiai-kiai yang benar-benar memiliki kapasitas dan maqam (kedudukan) yang layak sebagai AHWA.
Fungsi masjid dan mushala selama Muktamar, lanjut Kiai Wahyu, adalah sebagai tempat yang nyaman bagi para Muktamirin untuk beribadah dan beristirahat selama Muktamar. "Harapannya para Muktamirin yang datang ke Jombang tidak kesulitan menemukan tempat ibadah, tempat beristirahat, air minum, toilet, maupun informasi yang mereka butuhkan. Kita ingin masjid dan mushola hadir sebagai tempat yang nyaman dan ramah bagi para tamu Muktamar,” katanya.
Ketua NT, KH Muhammad Utsman, menegaskan bahwa seluruh kegiatan dirancang menginduk pada penguatan tradisi keilmuan ulama Nusantara melalui khazanah naskah klasik.
Ketua PCNU Kota Malang KH Isroqunnaja menyampaikan bahwa penguatan pesantren memiliki arti penting karena pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki kontribusi historis bagi bangsa Indonesia apalagi momentum pelaksanaan kegiatan pada bulan Agustus memiliki makna tersendiri.
Secara khusus, Forum Penyelamatan NU meminta PWNU dan PCNU se-Indonesia untuk tidak mencantumkan nama KH Miftachul Akhyar sebagai anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Abdul Hamid menilai keberadaan KH Miftachul Akhyar menjadi salah satu pemicu dinamika dan ketegangan di internal Nahdlatul Ulama saat ini.
PBNU melalui NU-HAC juga menjalin kemitraan dengan sejumlah pihak dari Malaysia, Singapura, Thailand, dan negara-negara lain di Asia Tenggara. Menurut Gus Ulil, kawasan tersebut memiliki potensi besar bagi perkembangan bisnis syariah dunia. Ia menilai kondisi Timur Tengah yang dinamis menjadi salah satu faktor yang membuat Asia Tenggara semakin penting sebagai kawasan potensial untuk pengembangan bisnis syariah.
Zainal Abidin yang menjadi dosen di University of Texas San Antonio (UTSA), Amerika Serikat, pada jurusan Teknik Mesin, berharap Muktamar menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan bagi semua elemen Nahdliyin dan Nahdliyat.
Ketua LPH NU-HAC Abdul Hakam Aqsho mengatakan kerja sama sertifikasi halal dengan PTT GC menjadi awal penguatan kemitraan antara Indonesia dan Thailand dalam bidang halal.
Halaqah Pengasuh Pesantren meminta kepada Kementerian Agama dan pemerintah untuk memperketat izin pesantren, betul-betul menyeleksi pesantren mana yang betul-betul layak untuk dapat izin,
Saat ditanya wartawan soal derasnya dukungan dari PCNU dan PWNU itu, Gus Yahya membenarkan adanya aspirasi tersebut. Ia mengatakan kehadirannya dalam pertemuan dengan sejumlah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Kalimantan Selatan merupakan bagian dari komunikasi dengan cabang-cabang NU di wilayah tersebut.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyebutkan bahwa pesantren merupakan tempat yang seharusnya aman bagi santri dan santriwati dalam menuntut ilmu. Pesantren harus bisa menjamin keselamatan dan kenyamanan para santri saat berada dalam lingkungan pondok.
Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq) menyampaikan bahwa perubahan lokasi dilakukan agar pelaksanaan musyawarah dapat berjalan lebih kondusif. Gus Rozaq menilai di Ndalem Kesepuhan ini juga akan mendukung terciptanya suasana musyawarah yang lebih teduh.
Maskhun Arif Hidayat berharap agar Muktamar ke-35 NU berlangsung dalam suasana damai. Ia menilai, Muktamar sebagai forum yang mempersatukan seluruh nahdliyin untuk semakin mengeratkan tali silaturahim dan juga ikhtiar mengembangkan jam'iyyah ke arah yang lebih baik.
Beragam aktivitas dakwah dan berbagai platform mengklaim membawa nilai-nilai NU, bahkan muncul penyelenggaraan kegiatan di ruang-ruang yang selama ini tidak identik dengan tradisi pesantren.