PHILADELPHIA (SuaraNahdliyin.id) – Para diaspora Nahdliyin asal Indonesia di luar negeri tengah menunggu Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan diadakan di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang 27-31 Agustus 2026. Khususnya diaspora yang menjabat pengurus PCINU. Untuk berkhidmah di Muktamar Jombang, PCINU Amerika Serikat-Kanada mengirim utusan ke Tambakberas.
Rais Syuriah PCINU Amerika Serikat-Kanada (PCINU AS-K), Prof Dr Zainal Abidin, didampingi Wakil Katib Syuriah PCINU AS-K, Syarif Syaifulloh, dalam keterangannya yang diterima SuaraNahdliyin.id, Kamis (13/8/2026), menjelaskan, bahwa pihaknya akan mengirim empat orang. “PCINU AS-K akan diwakili oleh Pak Sigit (Wakil Rais), Kang Izzul (A’wan), Kiai Ihsan (A’wan) dan Pak Arif (Wakil Ketua),” kata Zainal Abidin.
Pria yang menjadi dosen di University of Texas San Antonio (UTSA), Amerika Serikat, pada jurusan Teknik Mesin ini berharap Muktamar menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan bagi semua elemen Nahdliyin dan Nahdliyat. Hal itu lantaran NU sempat terpecah pasca- konflik antara Rais Aam dan Ketum tahun 2025 lalu.
“Dan alhamdulillah konflik tersebut bisa diredakan dengan adanya islah di Ponpes Lirboyo. Muktamar ini bisa meneguhkan kembali tali persaudaraan di antara para Nahdliyin dan Nahdliyat,” katanya.
Dia juga berharap agar Muktamar bisa menelurkan pemimpin-pemimpin yang membawa NU lebih fokus pada pelaksanaan dan pencapaian tujuan organisasi NU saat didirikan para ulama muassis (peletak dasar organisasi ini). Pemimpin yang tidak hanya tahu dan paham tujuan tersebut tetapi juga Beliau-Beliau yang sanggup menjalankan tujuan tersebut.
“Kemungkinan tujuan tersebut lebih mudah tercapai jika pemimpin-pemimpin itu adalah orang yang cakap dan sudah selesai dengan urusan pribadinya, menjadikan NU sebagai ladang untuk beramal, bermanfaat untuk kemajuan jamaah Nahdliyin pada khususnya dan NKRI pada umumnya,” kata peneliti asal Nganjuk Jatim ini.
Tanpa meninggalkan tradisi NU, kata Zainal Abidin, pihaknya berharap PBNU lebih menerapkan sistem meritokrasi yang menyelaraskan posisi dan kompetensi agar organisasi ini bisa dijalankan lebih profesional. “Dan, tentu saja agar potensi-potensi Nahdliyin bisa digunakan secara maksimal,” ujarnya.
Wakil Katib Syuriah PCINU AS-K, Syarif Syaifulloh, menambahkan, dirinya berharap untuk Muktamar tahun ini juga bisa menjadi ajang komunikasi dengan dunia luar dalam kerja sama. Misalnya, PBNU mengirim santri ke berbagai negara untuk melanjutkan kuliah dengan bea siswa.
“Dibentuk kerja sama dalam hubungan pendidikan pesantren dan university di berbagai negara. Dikirim santri-santri berprestasi untuk magang di berbagai perusahaan asing di luar negeri. Dikuatkan SDM dalam negeri dengan memanggil atau mengundang diaspora Indonesia, khususnya Nahdliyin, di luar negeri yang berprestasi untuk sharing motivation di berbagai university Islam dan pesantren-pesantren di seluruh Indonesia,” katanya. (jok)

