Di hadapan jajaran pengurus dan khodam PWNU Jatim, Gus Kikin berjanji akan mengupayakan untuk sering mampir ataupun singgah ke Kantor PWNU Jatim yang terletak di Jalan Masjid Al-Akbar Timur, No.9 Gayungan, Kota Surabaya.
Pojok Gus Dur merupakan bekas ruang kerja Gus Dur selama menjabat Ketua Umum PBNU tiga periode pada 1984-1999. Setelah tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum PBNU maupun Presiden RI, Gus Dur masih menempati ruangan tersebut hingga akhir hayatnya. Atas dasar penghargaan dan pemanfaatan ruangan tersebut, PBNU merestuinya menjadi perpustakaan, ruang diskusi, serta pusat dokumentasi di bawah pengelolaan Yayasan Bani Abdurrahman Wahid.
Kami berharap kepada Ketum yang baru, Gus Kikin, untuk melanjutkan maslahah yang telah digagas Gus Yahya dan berinovasi. Berinovasi berarti membuat hal baru yang lebih baik, karena warga Nahdlatul Ulama telah memberikan kepercayaan penuh kepada Ketua Umum yang baru,” pungkasnya.
Direktur Wilayah NU Care-LAZISNU Jawa Timur Moch Rofii Boenawi mengatakan pihaknya akan mendorong penguatan tata kelola keuangan LAZISNU di tingkat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pelaksanaan audit laporan keuangan pada 2027, terutama terkait intensifikasi gerakan kotak infak (Koin) NU.
"Terima kasih atas kebersamaan, kepercayaan, pengabdian, dan khidmah seluruh jajaran, bersama-sama juga dengan PW, PC, dan PCINU serta seluruh jajaran sampai ke ranting. Terima kasih atas kerjasama selama ini. Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan, semoga PBNU masa khidmat ke depan akan lebih baik dari sebelumnya. Terima kasih," kata Gus Yahya dikutip dari Instagram resminya, Senin (31/8/2026).
Gus Kikin mengungkapkan rencana untuk menghidupkan kembali naskah Qanun Asasi karya Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy'ari sebagai pedoman perjalanan NU ke depan di abad kedua. Menurutnya, Qanun Asasi merupakan naskah yang ditulis Hadratussyekh Hasyim Asy'ari pada tahun 1926 dan rampung pada tahun 1928 yang pada masanya menjadi roadmap sekaligus pedoman manhaj, fikrah, dan harakah NU.
Menurut Gus Kikin, berbagai potensi yang muncul selama proses Muktamar harus tetap dimanfaatkan untuk kepentingan NU. Ia juga membuka ruang sinergi dengan berbagai elemen, termasuk KH Ma'ruf Amin dan unsur politik. Gus Kikin menekankan bahwa NU sejak awal memiliki karakter inklusif dan terbuka.
Prabowo mengatakan, kedatangannya ke penutupan Muktamar ke-35 NU merupakan bentuk pemenuhan janji setelah dirinya mendapat kabar bahwa Kartu Tanda Anggota NU untuknya telah tersedia. "Saya terkesan, saya memenuhi janji saya karena saya dapat telepon berapa hari yang lalu, berita dari Gus Yahya (Ketua Umum PBNU 2021-2026 KH Yahya Cholil Staquf, Red.) kartu anggota sudah ada. Makanya saya datang. Saya datang karena janji-janji harus dipegang. Begitu saya dapat saya putuskan saya hadir," kata Prabowo.
Gus Kikin merupakan putra dari pasangan KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma'shum. Ia merupakan cucu dari Nyai Hj Khoiriyah Hasyim, yang merupakan putri sulung Pendiri NU, Hadratus Syaikh KH M. Hasyim Asy'ari. Jalur ayah nasabnya tersambung kepada KH Anwar bin Alwi, pendiri Pesantren Tarbiyatun Nasyi'in Paculgowang, Jombang.
Sesuai mekanisme yang telah disepakati dalam sidang pleno sebelumnya, kesembilan kiai sepuh ini mengemban mandat untuk bermusyawarah secara tertutup guna menetapkan Rais Aam PBNU masa khidmah 2026-2031 sekaligus merumuskan arah selanjutnya terkait pemilihan Ketua Umum PBNU.
Ketua Komisi Organisasi sekaligus Katib Syuriah PBNU Prof Dr KH Asrorun Ni'am atau Kiai Niam mengatakan, aturan tersebut dibuat untuk menjaga posisi kedua pimpinan tertinggi NU agar tidak berbenturan dengan kepentingan politik praktis.
Wakil Ketua Komisi Organisasi Muktamar ke-35 NU, Prof KH Asrorun Niam Sholeh, menyampaikan hal tersebut seusai memimpin sidang komisi di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberak, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026).
Gus Yahya, dalam lima tahun terakhir, telah melewati banyak sekali ujian. Berkali-kali digoyang, diserang, bahkan upaya untuk menghentikan langkahnya datang dari berbagai arah. Tetapi satu hal yang tidak bisa dibantah: Gus Yahya tetap berdiri sampai akhir masa khidmahnya.