Kami berharap kepada Ketum yang baru, Gus Kikin, untuk melanjutkan maslahah yang telah digagas Gus Yahya dan berinovasi. Berinovasi berarti membuat hal baru yang lebih baik, karena warga Nahdlatul Ulama telah memberikan kepercayaan penuh kepada Ketua Umum yang baru,” pungkasnya.
"Terima kasih atas kebersamaan, kepercayaan, pengabdian, dan khidmah seluruh jajaran, bersama-sama juga dengan PW, PC, dan PCINU serta seluruh jajaran sampai ke ranting. Terima kasih atas kerjasama selama ini. Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan, semoga PBNU masa khidmat ke depan akan lebih baik dari sebelumnya. Terima kasih," kata Gus Yahya dikutip dari Instagram resminya, Senin (31/8/2026).
Gus Kikin mengungkapkan rencana untuk menghidupkan kembali naskah Qanun Asasi karya Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy'ari sebagai pedoman perjalanan NU ke depan di abad kedua. Menurutnya, Qanun Asasi merupakan naskah yang ditulis Hadratussyekh Hasyim Asy'ari pada tahun 1926 dan rampung pada tahun 1928 yang pada masanya menjadi roadmap sekaligus pedoman manhaj, fikrah, dan harakah NU.
Menurut Gus Kikin, berbagai potensi yang muncul selama proses Muktamar harus tetap dimanfaatkan untuk kepentingan NU. Ia juga membuka ruang sinergi dengan berbagai elemen, termasuk KH Ma'ruf Amin dan unsur politik. Gus Kikin menekankan bahwa NU sejak awal memiliki karakter inklusif dan terbuka.
Prabowo mengatakan, kedatangannya ke penutupan Muktamar ke-35 NU merupakan bentuk pemenuhan janji setelah dirinya mendapat kabar bahwa Kartu Tanda Anggota NU untuknya telah tersedia. "Saya terkesan, saya memenuhi janji saya karena saya dapat telepon berapa hari yang lalu, berita dari Gus Yahya (Ketua Umum PBNU 2021-2026 KH Yahya Cholil Staquf, Red.) kartu anggota sudah ada. Makanya saya datang. Saya datang karena janji-janji harus dipegang. Begitu saya dapat saya putuskan saya hadir," kata Prabowo.
Gus Kikin merupakan putra dari pasangan KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma'shum. Ia merupakan cucu dari Nyai Hj Khoiriyah Hasyim, yang merupakan putri sulung Pendiri NU, Hadratus Syaikh KH M. Hasyim Asy'ari. Jalur ayah nasabnya tersambung kepada KH Anwar bin Alwi, pendiri Pesantren Tarbiyatun Nasyi'in Paculgowang, Jombang.
Sesuai mekanisme yang telah disepakati dalam sidang pleno sebelumnya, kesembilan kiai sepuh ini mengemban mandat untuk bermusyawarah secara tertutup guna menetapkan Rais Aam PBNU masa khidmah 2026-2031 sekaligus merumuskan arah selanjutnya terkait pemilihan Ketua Umum PBNU.
Ketua Komisi Organisasi sekaligus Katib Syuriah PBNU Prof Dr KH Asrorun Ni'am atau Kiai Niam mengatakan, aturan tersebut dibuat untuk menjaga posisi kedua pimpinan tertinggi NU agar tidak berbenturan dengan kepentingan politik praktis.
Wakil Ketua Komisi Organisasi Muktamar ke-35 NU, Prof KH Asrorun Niam Sholeh, menyampaikan hal tersebut seusai memimpin sidang komisi di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberak, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026).
Gus Yahya, dalam lima tahun terakhir, telah melewati banyak sekali ujian. Berkali-kali digoyang, diserang, bahkan upaya untuk menghentikan langkahnya datang dari berbagai arah. Tetapi satu hal yang tidak bisa dibantah: Gus Yahya tetap berdiri sampai akhir masa khidmahnya.
Menurut Gus Yahya, keteguhan tersebut berangkat dari kesadaran mengenai tanggung jawab moral dan organisatoris untuk melanjutkan pengabdian sekaligus menata perjalanan Jam'iyah Nahdlatul Ulama ke depan.
Gus Yahya mengakui bahwa kepengurusan PBNU masa khidmah 2021–2026 menjalankan amanah dengan berbagai keterbatasan, kelebihan, dan ketidaksempurnaan. Menurutnya, PBNU berupaya membaca perubahan zaman, mengambil sejumlah pilihan, serta menjalankan berbagai hal yang mampu dilakukan selama lima tahun kepengurusan.
Gus Yahya mengatakan sejumlah capaian kepengurusan selama lima tahun terakhir juga telah dirasakan oleh jajaran PWNU dan PCNU. Berbagai pembaruan, kata dia, dilakukan untuk meningkatkan kinerja sekaligus mempermudah manajemen organisasi.