Gus Yahya: Terima Kasih Tambakberas, Terima Kasih Jajaran Pengurus NU!

"Terima kasih atas kebersamaan, kepercayaan, pengabdian, dan khidmah seluruh jajaran, bersama-sama juga dengan PW, PC, dan PCINU serta seluruh jajaran sampai ke ranting. Terima kasih atas kerjasama selama ini. Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan, semoga PBNU masa khidmat ke depan akan lebih baik dari sebelumnya. Terima kasih," kata Gus Yahya dikutip dari Instagram resminya, Senin (31/8/2026).

JOMBANG (SuaraNahdliyin.id) – Ketua Umum PBNU masa khidmah 2021-2026, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menyampaikan terima kasih kepada semua jajaran pengurus NU di semua tingkatan hingga warga Nahdliyin. Hal ini terkait dengan berakhirnya masa khidmah PBNU yang dipimpinnya dan suksesnya Muktamar ke-35 NU di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang yang berlangsung aman lancar dan memberi manfaat kepada umat.

“Terima kasih atas kebersamaan, kepercayaan, pengabdian, dan khidmah seluruh jajaran, bersama-sama juga dengan PW, PC, dan PCINU serta seluruh jajaran sampai ke ranting. Terima kasih atas kerjasama selama ini. Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan, semoga PBNU masa khidmat ke depan akan lebih baik dari sebelumnya. Terima kasih,” kata Gus Yahya dikutip dari Instagram resminya, Senin (31/8/2026).

BACA JUGA:

Gus Yahya Ingin NU Jadi ‘Active Player’ di Isu Strategis Global, Bukan Pendukung Agenda Pihak Lain

“Terima kasih Tambakberas wa ahlahā, terima kasih Mbah Saikhah, Mbah Wahab Chasbullah, terima kasih atas bimbingan, penjagaan, dan hal-hal lain yang usai kami tungkus-lumusi di sini. Semoga keberkahan senantiasa tersambung dengan baik, sebelum dan sesudah kewajiban amanah ini kami emban dan rampung dengan kelegaan. Amīn yā rabbal’ālamīn,” kata Gus Yahya.

Sejumlah netizen pun menanggapi unggahan Gus Yahya. “Kok menurut saya, pemenang muktamar ini selain warga NU (dapat pemimpin yang insya Allah baik, minimal di level tanfidziah), pemenang sebenarnya adalah Gurunda KH @yahyacholilstaquf yang berhasil menjaga dengan sedemikian baik adabnya sebagai santri (dan lurah pondok, karena ketua PBNU lainya lurah pondok kalau menurut KH @s.kakung). Tak sekalipun ngomong jelek mengenai para ulama, para syuriah. Bahkan ke sesama tanfidziah. Meskipun beda arah, dipecat, diopinikan negatif dari segala arah. Saya salut sekali ke KH Yahya Tsaquf dalam mengambil sikap berusaha selalu dalam koridor adab dan koridor tertib organisasi. Njenengan pemenang sesungguhnya Yai,” kata akun luthfinurrosyidi. (jok)