INDRAMAYU (SuaraNahdliyin.id) – Dukungan terhadap sosok ulama untuk menjadi Rais Aam PBNU pada Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 mendatang mulai bermunculan. Kali ini, dukungan datang dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, dan 23 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Barat, kepada Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MA.
Sosok kiai kharismatik pendiri Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) ini, dinilai cocok masuk dalam Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA). Pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Umma Surabaya dan Pacet Mojokerto, Jawa Timur ini, juga dianggap cocok menduduki kursi Rais Aam PBNU mendatang.
Dukungan ini disampaikan perwakilan PWNU dan 23 PCNU se-Jabar, saat menghadiri acara silaturrahmi yang digelar Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, di kediamannya di Kangampel Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Sabtu (9/5/2026) kemarin. Para pengurus NU ini juga mulai merapatkan barisan mendukung Kiai Asep.
Tampak hadir, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad dan sejumlah wakil Rais Syuriah dan Wakil Ketua Tanfidziyah serta Wakil Sekretaris PWNU Jawa Barat. Acara ini dibuka oleh Wakil Syuriah PWNU Jawa Barat KH Busrol Karim dan dimoderatori oleh Dindin C Nurdin, Wakil Sekretaris PWNU Jawa Barat. Tampak hadir sejumlah pengurus PWNU Jawa Barat yang lain, baik jajaran Syuriah maupun Tanfdizyah.
“Rais Syuriah PWNU Jawa Barat Dr. KH Abun Bunyamin berhalangan karena ada acara yang tak bisa ditinggalkan. Beliau menyampaikan salam kepada kita semua: Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” ujar Kiai Juhadi Muhamad saat menyampaikan pidato muqaddimah atau ucapan selamat datang kepada 23 PCNU dari seluruh Jawa Barat yang hadir.
Kiai Juhadi Muhammad mengatakan, mekanisme pemilihan Rais Aam sesuai Keputusan Muktamar ke-33 NU di Jombang, melalui AHWA. Sedangkan pemilihan Ketua Umum PBNU melalui proses voting atau pemilihan oleh peserta muktamar. ”Jawa Barat menyiapkan tokoh-tokoh sentral Jawa Barat. Kita dorong untuk masuk Ahwa,” ujar Kiai Juhadi di depan 23 PCNU yang hadir.
Secara blak-blakan Kiai Juhadi menyebut nama KH Said Aqil Siroj dan Kiai Asep Saifuddin Chalim yang harus didorong masuk Ahwa. Menurutnya, Kiai Asep adalah putra KH Abdul Chalim, salah seorang ulama pendiri NU asal Jawa Barat.
“Alhamdulillah, beliau (Kiai Asep) ini luar biasa kiprahnya, baik dalam bidang pendidikan maupun dalam ekonomi umat. Ini ada bukunya, Kiai Miliarder Tapi Dermawan. Luar biasa,” ujar Kiai Juhadi.
Karena itu, Kiai Juhadi mengajak semua PCNU di Jabar memasukkan Kiai Asep sebagai anggota Ahwa dalam Muktamar ke-35 NU mendatang. Karena, tegas Kiai Juhadi, pihaknya berharap PBNU lima tahun ke depan tidak terjadi lagi diamika seperti PBNU sekarang ini. “Sampai hari ini kita menyaksikan sendiri dinamika yang terjadi di PBNU. Belum selesai 100 persen. Karena kalau sudah retak susah dipulihkan kembali 100 persen,” ujarnya.
Dalam acara yang belangsung sekitar 3 jam lebih itu, dihadiri 23 PCNU seluruh Jawa Barat yang terdiri dari Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah. Ini berarti hanya tersisa 4 PCNU dari jumlah total 27 Kota dan Kabupaten se-Jawa Barat.
Berdasarkan daftar hadir dan tanda tangan peserta, empat PCNU yang tak hadir itu adalah PCNU Garut, Depok, Karawang dan Purwakarta.
Menurut Dr Saepulloh, Ketua PW Pergunu Jawa Barat, PCNU Garut berniat hadir tapi berhalangan. “Garut sudah ada komitmen tapi kebetulan ada halangan,” ujar Saepulloh. bag/ris
