TASIKMALAYA (SuaraNahdliyin.id) – Keluarga besar Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya, Jawa Barat berpegangan erat sepakat mendukung KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), untuk melanjutkan kepemimpinannya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk kedua kalinya. Hal ini disampaikan Pimpinan Ponpes Cipasung KH Ubaidillah Ruhiyat, saat menerima kunjungan Gus Yahya awal Mei lalu.
Dukungan ini, kata Kiai Ubaidillah, dikarenakan Gus Yahya adalah anak ideologis Gus Dur sejati. Bahkan, adik dari KH Ilyas Ruhiyat ini melihat, jika suasana Muktamar NU tahun ini seperti Muktamar NU ke-29 yang digelar pada 1-5 Desember 1994, di Ponpes Cipasung.
Di ponpes dan Muktamar Cipasung inilah Gus Dur mampu unggul berkat dukungan dari kiai-kiai sepuh NU. Gus Dur memenangi muktamar yang penuh dengan tekanan itu dan terpilih sebagai Ketua Umum, sedangkan Kiai Ilyas Ruhiyat terpilih sebagai Rais Aam PBNU.
Kiai Ubaidillah sebagai penerus Kiai Ilyas Ruhiyat paham betul, bahwa Gus Dur menemukan momen kebangkitannya dari semua tekanan di Cipasung. Hal itu pula yang sepertinya ingin beliau tularkan kepada Gus Yahya yang kini terlihat penuh dengan tekanan.
Sebagai kiai yang memahami hikmah dan kebijaksanaan, Kiai Ubaidillah memberi semangat kepada Gus Yahya. Ia mengajak semua kerabat, termasuk istri, adik, dan iparnya, untuk mengepalkan tangan bersama Gus Yahya dalam sesi foto bersama di akhir pertemuan itu.
“Semangat, Gus. Gus Dur dulu bangkit semangatnya di sini (Cipasung),” ujar Kiai Ubaidillah Ruhiyat seolah tahu betapa ujian yang dihadapi Gus Yahya begitu berat saat ini.
Kunjungan silaturahmi Gus Yahya ke Cipasung, benar-benar memberi energi positif bagi dirinya, di tengah berbagai ujian dan cobaan dalam kepemimpinannya di PBNU. Bahkan dukungan dari Cipasung menjadi isyarat bahwa Gus Yahya sebagai anak ideologis Gus Dur dengan jargon “menghidupkan Gus Dur” mendapat dukungan kuat dari kiai-kiai sepuh NU. era/rai
