Usai acara tersebut, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma'ruf Amin menyampaikan bahwa pertemuan ini didorong oleh rasa keprihatinan dinamika berkembang menjelang Muktamar. "Adanya isu-isu mengkhawatirkan karena ditandai cara tidak terpuji untuk upaya-upaya dalam Muktamar yang akan datang," katanya.
Ketua Takmir Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang, Achmad Cholili menyebutkan bahwa Muktamirin dapat menempati lantai dua masjid sebagai tempat beristirahat. Selain itu ada sarapan dan kopi gratis
Dalam rapat tersebut, PWNU DIY dan PCNU se-DIY menegaskan bahwa Muktamar NU harus menjadi forum permusyawaratan yang mencerminkan nilai-nilai keislaman, ke-NU-an, integritas, moralitas, dan adab dalam menjalankan khidmah kepada umat.
Gus Yahya menegaskan, bahwa paling penting dalam pembahasan mengenai mekanisme pemilihan bukanlah kepentingan kelompok tertentu maupun kepentingan sesaat. Ia menekankan bahwa keputusan yang diambil harus benar-benar berorientasi pada keberlangsungan dan kemaslahatan jam'iyah Nahdlatul Ulama.
Di tengah belum jelasnya undangan, beberapa PWNU dan PCNU mengaku justru sudah dihubungi oknum yang mengatasnamakan Panitia Muktamar ke-35 NU. Mereka diminta segera menyerahkan nama-nama AHWA sesuai daftar yang diinginkan.
Ketua PCNU Bintan, KH Abd Majid, menyampaikan bahwa menjelang pelaksanaan forum tertinggi NU, seluruh kader NU harus memperkuat komitmen pada Aswaja, NKRI, dan persatuan umat.
Hasil penggalangan donasi tersebut disalurkan melalui NU Care-LAZISNU Sidoarjo, yang akan disalurkan dan dikelola untuk mendirikan Posko Pelayanan Muktamar NU.
Dalam arahannya, Gus Yahya meminta setiap individu yang berkhidmah di NU untuk secara berkala bertanya kepada dirinya sendiri, apakah murni demi kemaslahatan organisasi atau untuk kepentingan pribadi.
Gus Yahya secara khusus menyoroti wacana pemilihan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang belakangan menjadi perbincangan di kalangan warga Nahdliyin. Menurutnya, PCNU perlu cermat dalam memilih kiai-kiai yang benar-benar memiliki kapasitas dan maqam (kedudukan) yang layak sebagai AHWA.
Fungsi masjid dan mushala selama Muktamar, lanjut Kiai Wahyu, adalah sebagai tempat yang nyaman bagi para Muktamirin untuk beribadah dan beristirahat selama Muktamar. "Harapannya para Muktamirin yang datang ke Jombang tidak kesulitan menemukan tempat ibadah, tempat beristirahat, air minum, toilet, maupun informasi yang mereka butuhkan. Kita ingin masjid dan mushola hadir sebagai tempat yang nyaman dan ramah bagi para tamu Muktamar,” katanya.
Ketua NT, KH Muhammad Utsman, menegaskan bahwa seluruh kegiatan dirancang menginduk pada penguatan tradisi keilmuan ulama Nusantara melalui khazanah naskah klasik.
Secara khusus, Forum Penyelamatan NU meminta PWNU dan PCNU se-Indonesia untuk tidak mencantumkan nama KH Miftachul Akhyar sebagai anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Abdul Hamid menilai keberadaan KH Miftachul Akhyar menjadi salah satu pemicu dinamika dan ketegangan di internal Nahdlatul Ulama saat ini.
Zainal Abidin yang menjadi dosen di University of Texas San Antonio (UTSA), Amerika Serikat, pada jurusan Teknik Mesin, berharap Muktamar menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan bagi semua elemen Nahdliyin dan Nahdliyat.
Saat ditanya wartawan soal derasnya dukungan dari PCNU dan PWNU itu, Gus Yahya membenarkan adanya aspirasi tersebut. Ia mengatakan kehadirannya dalam pertemuan dengan sejumlah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Kalimantan Selatan merupakan bagian dari komunikasi dengan cabang-cabang NU di wilayah tersebut.