Gus Yahya mengatakan dirinya fokus di kegiatan keagamaan tersebut yang akan diwujudkan di sejumlah lembaga internasional yang telah didirikannya. Di antaranya adalah Center for Shared Civilizational Values (CSCV) atau Pusat Nilai-Nilai Peradaban Bersama.
Kami berharap kepada Ketum yang baru, Gus Kikin, untuk melanjutkan maslahah yang telah digagas Gus Yahya dan berinovasi. Berinovasi berarti membuat hal baru yang lebih baik, karena warga Nahdlatul Ulama telah memberikan kepercayaan penuh kepada Ketua Umum yang baru,” pungkasnya.
"Terima kasih atas kebersamaan, kepercayaan, pengabdian, dan khidmah seluruh jajaran, bersama-sama juga dengan PW, PC, dan PCINU serta seluruh jajaran sampai ke ranting. Terima kasih atas kerjasama selama ini. Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan, semoga PBNU masa khidmat ke depan akan lebih baik dari sebelumnya. Terima kasih," kata Gus Yahya dikutip dari Instagram resminya, Senin (31/8/2026).
"Maka saya berpikir bahwa kita harus berusaha menjadi active player di dalam percaturan internasional. Kita harus menawarkan inisiatif dan menawarkan gagasan-gagasan terkait berbagai macam isu yang dipertarungkan. Itu juga membutuhkan positioning di dalam konstelasi internasional," kata Gus Yahya menguraikan gagasannya.
Menurut Kiai Ma'ruf, pemerintah selama ini tidak ikut campur ketika terdapat persoalan di internal NU. Persoalan yang terjadi di tubuh NU, kata dia, diselesaikan melalui mekanisme internal organisasi.
Jika tahapan transformasi organisasi yang dirumuskan John Kotter dipakai sebagai tolok ukur, apa yang dilakukan PBNU di era Gus Yahya, sejauh ini paling kuat pada tahap menciptakan urgensi perubahan dan membangun koalisi penggerak organisasi.
Ada empat agenda besar yang dibawa Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dalam menjalani kepemimpinannya yang berjalan hampir lima tahun ini. Di antaranya melakukan transformasi digital hingga kiprah PBNU di kancah global dalam membawa misi perdamaian dunia.
NU di abad kedua harus menjadi sebuah gerakan masyarakat yang digdaya, bukan sekadar berdaya. Karenanya, NU harus memberikan kontribusi nyata, baik di level nasional maupun global. Karena untuk melakukan itu dibutuhkan konsolidasi kekuatan yang serius.
Gus Yahya berterima kasih kepada YANMU yang telah menyanggupi usulan pengadaan hibah ambulans tersebut. Dia menyatakan, pengadaan untuk PCNU lebih mudah secara pemetaan, daripada diserahkan kepada pesantren.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf saat membuka pelatihan Community Emergency Response Partnership (CERP) di Hotel Acacia, Jakarta, Selasa (28/7/2026) kemarin.
Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi keagamaan terbesar di dunia, terus membuktikan komitmennya dalam merespons dinamika zaman. Di tengah gelombang disrupsi digital, NU tidak hanya...