JAKARTA (SuaraNahdliyin.id) – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar rapat penyusunan dan konsolidasi laporan pertanggungjawaban (LPJ) lembaga, badan otonom (banom), dan badan khusus di Kantor PBNU lantai 8, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026).
Kegiatan tersebut diadakan sebagai bentuk penguatan akuntabilitas organisasi serta menjadi bagian dari upaya membangun governing NU atau tata kelola organisasi yang kredibel, profesional, dan transparan.
“Gus Ketum (KH Yahya Cholil Staquf) adalah orang yang sejak dari awal memiliki visi governing NU. Governing itu tujuan utamanya adalah melakukan, mendorong tata kelembagaan yang baik, kredibel, prudent. Salah satu pembuktiannya itu adalah dengan adanya laporan kinerja,” ujar tim konsolidator dari Lakpesdam NU, Ufi Ulfia.
Sekretaris Lakpesdam PBNU ini menilai laporan kinerja menjadi bagian penting dalam membangun akuntabilitas lembaga di lingkungan NU. Karena itu, seluruh entitas organisasi diwajibkan menyampaikan laporan pertanggungjawaban.
“Yang kedua adalah lebih-lebih lagi, Gus Yahya sebagai Ketua Umum itu sangat meng-underline bagian ini, governing NU. Jadi, lembaga itu harus laporan,” katanya.
Ia menyampaikan bahwa setiap lembaga di lingkungan NU yang menjalankan program organisasi wajib menyampaikan laporan kinerja sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada PBNU dan jamaah Nahdlatul Ulama.
“Jadi kita ini sebagai lembaga NU, mengerjakan program-program NU itu wajib melaporkan. Kepada siapa? Kepada pemangku utama kita. Yang pertama, ini kan di level pengurus pusat. Jadi lembaga-lembaga ini melaporkan kepada lembaga NU, kepada PBNU, dan nanti itu adalah kepada jamaah NU,” katanya.
Selain itu, Ufi menekankan pentingnya keakuratan data dan informasi dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban. Menurutnya, validitas data menjadi prinsip utama dalam membangun akuntabilitas organisasi.
“Pertama-tama harapannya adalah seluruh data dan informasi yang akan disusun ke dalam sebuah laporan, pertanggung jawab itu data yang benar. Itu pertama kali itu yang harus jadi pegangan, prinsip itu,” tandasnya. (nhr)
