REMBANG (SuaraNahdliyin.id) – Mustasyar PBNU KH Abdullah Ubab Maimoen, meminta para kader NU yang dicalonkan atau mencalonkan diri menjadi Ketua Umum PBNU bisa membangun kepercayaan Nahdliyin. Salah satu caranya dengan mengedepankan sikap santun serta menjunjung tinggi etika pesantren dalam proses menuju pemilihan Ketua Umum PBNU.
“Para kandidat Ketum PBNU harus mendapat kepercayaan dari muktamirin dengan cara yang bisa diterima dengan baik. Jangan sampai saling menjelek-jelekkan antar calon. Bahkan, jangan banding-bandingkan secara negatif,” kata Gus Ubab, sapaan karibnya, Ahad (10/05/2026).
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar 2 itu menegaskan bahwa kontestasi di tubuh NU harus tetap menjaga tradisi akhlak dan persaudaraan yang selama ini menjadi ciri khas organisasi.
“Proses pemilihan pimpinan PBNU hendaknya berjalan dengan damai, penuh keteduhan, dan tidak menimbulkan perpecahan di kalangan Nahdliyin,” ucapnya.
Gus Ubab juga berharap proses pemilihan Ketua Umum PBNU dapat meneladani perjalanan kepemimpinan Presiden ke-4 RI sekaligus mantan Ketua Umum PBNU, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Ia menilai Gus Dur menjadi pemimpin NU melalui proses yang baik dan mengakhiri masa kepemimpinannya dengan penuh kehormatan.
“Saya ingin prosesnya berjalan mulus. Menjadi Ketua Umum PBNU dengan cara yang baik, kemudian mengakhiri amanah juga dengan baik. Seperti Gus Dur, saat memimpin maupun ketika mengakhiri kepemimpinannya berlangsung dengan mulus,” tuturnya.
Diketahui, PBNU telah menetapkan Panitia Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas dan Konbes NU). Penetapan itu berdasarkan Surat Keputusan PBNU Nomor: 251/PB.01/A.II.01.01/99/05/2026 tentang Pengesahan Panitia Munas Alim Ulama, Konbes NU, dan Muktamar ke-35 NU tertanggal 20 Dzulqa’dah 1447 H/08 Mei 2026 M.
Dalam SK PBNU tersebut, Ketua Steering Committee ialah KH Akhmad Said Asrori dan Sekretaris Prof Dr H Mohammad Nuh DEA. Sementara Ketua Organizing Committee yaitu Drs H Saifullah Yusuf dan Sekretaris H Amin Said Husni. (nhr)
