Pasar Kaget di Kota Makkah yang Mengagetkan Jamaah Haji

Bagikan:

MAKKAH (SuaraNadliyin.id) – Salah satu upaya jamaah haji Indonesia untuk mengisi waktu setelah beribadah sekaligus melepas kerinduan akan suasana Indonesia adalah dengan mengunjungi pasar kaget di Kota Makkah. Mereka akan bertemu para pedagang yan berbahasa Indonesia, meski mereka bukan berasal dari Indonesia.

“Ayo ayo, ada bubur kacang ijo, bubur sumsum, dadar gulung, onde, kelepon, risol,” kata seorang pedagang menjajakan barang dagangan dengan bahasa Indonesia. Mereka kebanyakan orang Pakistan, India, atau Bangladesh. Pedagang asal Indonesia sendiri tidak banyak sebab pengawasan sangat ketat. Para pedagang ini sering menghadapi razia petugas Arab Saudi.

“Saya kaget, saya kira orang Madura, ternyata orang Pakistan. Banyak orang Pakistan, India, Bangladesh berdagang di sini,” kata seorang jamaah haji asal Sidoarjo.

Sejumlah jamaah Indonesia memang menyerbu pasar kaget itu, salah satunya terletak di Syisyah, Makkah, atau sektor 1 hotel jamaah Indonesia. Mereka tampak membeli makanan dan oleh-oleh untuk kerabat di Tanah Air.

Sejumlah barang dijajakan di tempat tersebut. Jamaah yang kangen dengan masakan Indonesia dapat membeli bakso dan jajanan seperti onde-onde, ubi, klepon, dan lainnya.

Salah satu jamaah Indonesia, Catur, mengungkapkan kerinduannya terhadap masakan Indonesia terobati setelah menyantap bakso yang dijual di pasar kaget tersebut. “Ini rasa bakso Indonesia sih, jadi lumayan terobati kangennya,” kata jamaah dari embarkasi Solo (SOC) itu.

Jamaah lainnya asal Batang, Jawa Tengah, Slamet, memilih membeli oleh-oleh sajadah dan peci untuk keluarga. Slamet terkesan dengan pedagang yang mayoritas bisa berbahasa Indonesia meski bukan orang asal Indonesia.

Tak sedikit di antara mereka yang menerima pembayaran dengan rupiah. “Ternyata banyak yang bisa menggunakan bahasa Indonesia. Sepertinya orang sini memang kebanyakan belajar bahasa indonesia,” kata dia.

Tak hanya di kawasan sektor 1 Syisyah, pasar kaget juga ditemukan di sektor 3 dan 4. Kemudian sektor 6 wilayah Jarwal, serta sektor 10 Aziziyah, Makkah. Kebanyakan pedagang berjualan dari subuh hingga matahari mulai meninggi.

Tahun ini, sebanyak 221.000 jamaah haji Indonesia menjalankan ibadah di Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, ada 203.320 jamaah haji reguler.

Hingga Jumat (8/5/2026) atau hari kesembilan belas operasional penyelenggaraan haji, telah ada 303 kloter dengan total 117.452 jemaah telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Pergerakan jamaah dari Madinah ke Makkah pun berlangsung bertahap.

Hingga saat ini sebanyak 165 kloter dengan 63.822 jemaah telah tiba di Mekkah untuk melaksanakan umrah wajib. Mereka juga mempersiapkan diri untuk menjalankan puncak haji pada 26 Mei 2026.

Sedangkan kedatangan jamaah gelombang kedua di Bandara King Abdulaziz Jeddah telah mencapai 28 kloter dengan 10.731 jemaah yang telah berada di Arab Saudi. Dari Bandara Jeddah mereka langsung menuju ke Makkah untuk menjankan ibadah. (mch)

spot_img

Related articles

PBNU Gelar Pleno 21 Mei 2026 Putuskan Munas-Konbes & Muktamar ke-35, Gus Yahya: Jangan Ada Kepentingan Politik!

JAKARTA (SuaraNahdliyin.id) - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengatakan jadwal...

PBNU Akan Gelar Pleno pada 21 Mei 2026, Putuskan Pelaksanaan Munas-Konbes

https://youtu.be/fEUN9VSlq4U?si=6aFR1P7MDPZKdqZ0 PBNU akan menggelar Rapat Pleno pada tanggal 21 Mei 2026 untuk memutuskan waktu penyelenggaran Munas Alim Ulama dan...

PW Ansor Kepri dan Kapolda Komitmen Pererat Sinergi Jaga Stabilitas Daerah

KEPRI (SuaraNahdliyin.id) - Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kepulauan Riau melakukan silaturahmi dengan Kapolda Kepri, Asep...

Nobar Film ‘Pesta Babi’ di Sejumlah Daerah Dibubarkan, Ada Apa?

SURABAYA (SuaraNahdliyin.id) - Acara nonton bareng dan diskusi film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita dibubarkan paksa...