Lafal Doa Mengenakan dan Melepas Pakaian

Bagikan:

Jakarta, NU Online

Pakaian menjadi hal wajib yang digunakan baik saat beribadah ataupun di luarnya. Hal ini penting bukan dalam rangka gaya hidup, tetapi dalam rangka menutup aurat tubuhnya sebagaimana yang sudah diatur dalam syariat.


Para ulama menganjurkan dalam setiap tindakan dan aktivitas umat Islam perlu dilandaskan pada Allah swt. Hal tersebut bisa dilakukan melalui panjatan doa, tak terkecuali dalam mengenakan dan melepas pakaian, sebagai upaya untuk senantiasa mengingat Allah swt.


Syekh Muhyiddin Abi Zakariya Yahya ibn Syaraf an-Nawawi mencatat doa-doa tersebut dalam kitabnya, al-Adzkar an-Nawawiyah, sebagaimana dikutip dari artikel NU Online berjudul Doa Memakai Pakaian pada Rabu (6/5/3036).


Adapun doanya adalah sebagai berikut.


اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا هُوَ لَهُ ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا هُوَ لَهُ


Allâhumma innî as’aluka min khaiirhi wa khaira mâ huwa lahu, wa a‘ûdzubika min syarrihi wa syarri mâ huwa lahu


“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kebaikan pakaian ini dan kebaikan sesuatu yang di dalamnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pakaian ini dan keburukan sesuatu yang ada di dalamnya.” 


Sementara itu, doa melepas pakaian juga dianjurkan untuk dipanjatkan, baik saat hendak mandi, tidur atau lainnya. Imam Nawawi dalam kitabnya tersebut, mengutip doa Rasulullah saat melepas pakaian, sebagaimana dikutip dari artikel NU Online berjudul Doa Melepas Pakaian sebagai berikut.


بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لَا إِلهَ إِلاَّ هُوَ


Bismillâhil ladzî lâilâha illâ huwa


“Dengan nama Allah yang tiada tuhan selain Dia.”


Selain doa di atas, Sayyid Abdullah bin Alawi al-Haddad juga menganjurkan doa yang sama untuk membuka pakaian. Ustadz Muhammad Ishom menambahkan jika hendak mengenakan pakaian tersebut, ada doa khusus yang dianjurkannya sebagaimana yang dikutip dari artikel berjudul 12 Adab Berpakaian menurut Sayyid Abdullah al-Haddad berikut.


الْحَمْدُ لِلّهٍ الَّذِيْ كَسَانِيْ هّذّا مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلَا قُوَّةٍ


alhamdulillâhil ladzî kasânî hâdzâ min ghairi haulin minnî walâ quwwatin


Artinya, “Segala puji Allah yang telah memberiku pakaian ini tanpa daya dan kekuatan dariku.”


Jika ketika memulai berpakaian kita dianjurkan mengucapkan basmalah, maka ketika mengakhrinya kita mengucapkam hamdalah sebagai ungkapan syukur kita kepada Allah atas semua nikmat-Nya, khususnya berupa pakaian yang dengan itu kita dapat menutup aurat untuk memenuhi perintah-Nya. 

Source link

spot_img

Related articles

PBNU Gelar Pleno 21 Mei 2026 Putuskan Munas-Konbes & Muktamar ke-35, Gus Yahya: Jangan Ada Kepentingan Politik!

JAKARTA (SuaraNahdliyin.id) - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengatakan jadwal...

PBNU Akan Gelar Pleno pada 21 Mei 2026, Putuskan Pelaksanaan Munas-Konbes

https://youtu.be/fEUN9VSlq4U?si=6aFR1P7MDPZKdqZ0 PBNU akan menggelar Rapat Pleno pada tanggal 21 Mei 2026 untuk memutuskan waktu penyelenggaran Munas Alim Ulama dan...

PW Ansor Kepri dan Kapolda Komitmen Pererat Sinergi Jaga Stabilitas Daerah

KEPRI (SuaraNahdliyin.id) - Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kepulauan Riau melakukan silaturahmi dengan Kapolda Kepri, Asep...

Nobar Film ‘Pesta Babi’ di Sejumlah Daerah Dibubarkan, Ada Apa?

SURABAYA (SuaraNahdliyin.id) - Acara nonton bareng dan diskusi film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita dibubarkan paksa...