Mantan Duta Besar Al Busyra Basnur: Minim, Pengetahuan Orang Indonesia Tentang Afrika

Bagikan:

BANDUNG (SuaraNadliyin.id) – Sebagian besar masyarakat Indonesia belum mengetahui potensi dan kemajuan negara-negara Afrika serta pentingnya Afrika bagi Indonesia. Mereka hanya mengetahui bahwa negara-negara Afrika miskin penuh konflik dan serba kekurangan.

Hal itu mengemuka dalam Political Talks, 71 Tahun Konferensi Asia Afrika yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, Jumat, 8 Mei 2026. Acara diadakan dalam rangka peringatan 71 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA).

Political Talks yang dibuka oleh Dekan FISIP Unpas, Dr. Kunkunrat itu menghadirkan pembicara mantan Duta Besar Dr. (H.C.) Al Busyra Basnur, Founder & Chair Basnur Academy dan Dr. Bedi Budiman, dosen FISIP Unpas.

Kunkunrat dalam sambutannya antara lain menghimbau generasi muda Indonesia agar terus menjaga dan menyebarluaskan Bandung Spirit yang lahir dari Konferensi Asia Afrika yang sangat penting dan bersejarah itu.

Sementara itu, Al Busyra Basnur mengatakan bahwa minimnya pengetahuan masyarakat Indonesia, terutama pemuda terhadap perkembangan terkini negara-negara Afrika disebabkan oleh terbatasnya sumber-sumber informasi terkini tentang Afrika.

“Akibat minimnya pengetahuan itu, Indonesia belum merasakan secara maksimal keuntungan hubungan dan kerja sama yang baik dengan negara-negara Afrika, terutama di bidang ekonomi,” tambah Al Busyra, mantan Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika. .

“Berbeda halnya dengan China, India, Turkiye, Jepang dan negara-negara Eropa, mereka telah sejak lama menikmati hubungan baik secara timbal balik dengan negara-negara Afrika,” imbuhnya.

Sementara, Bedi Budiman memaparkan secara khusus tentang sejarah hubungan Indonesia, Asia dan Afrika serta makna Konferesi Asia Afrika bagi kemerdekaan negara, kemajuan dan perdamaia dunia.

Political Talks dihadiri oleh 100 orang terdiri dari pimpinan universitas, dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandung. (gas)

spot_img

Related articles

PBNU Gelar Pleno 21 Mei 2026 Putuskan Munas-Konbes & Muktamar ke-35, Gus Yahya: Jangan Ada Kepentingan Politik!

JAKARTA (SuaraNahdliyin.id) - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengatakan jadwal...

PBNU Akan Gelar Pleno pada 21 Mei 2026, Putuskan Pelaksanaan Munas-Konbes

https://youtu.be/fEUN9VSlq4U?si=6aFR1P7MDPZKdqZ0 PBNU akan menggelar Rapat Pleno pada tanggal 21 Mei 2026 untuk memutuskan waktu penyelenggaran Munas Alim Ulama dan...

PW Ansor Kepri dan Kapolda Komitmen Pererat Sinergi Jaga Stabilitas Daerah

KEPRI (SuaraNahdliyin.id) - Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kepulauan Riau melakukan silaturahmi dengan Kapolda Kepri, Asep...

Nobar Film ‘Pesta Babi’ di Sejumlah Daerah Dibubarkan, Ada Apa?

SURABAYA (SuaraNahdliyin.id) - Acara nonton bareng dan diskusi film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita dibubarkan paksa...