
CILACAP (SuaraNahdliyin.id) – Kesiapan KH Yahya Cholil Staquf untuk mencalonkan kembali pada Muktamar ke-35 NU mendatang, mendapat dukungan dari para Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Karesidenan Banyumas. Mereka berasal dari PCNU Banjarnegara, Cilacap, Purbalingga, Banyumas dan Kebumen.
Para pengurus NU ini sepakat Gus Yahya sapaan KH Yahya Cholil Staquf, untuk kembali melanjutkan kepemimpinan PBNU pada periode kedua mendatang. Menurut para pemimpin cabang NU ini, program-program yang telah dilakukan Ketua Umum PBNU Gus Yahya, selama ini sudah bisa dirasakan oleh warga nahdliyin.
“Ide dan gagasan transformasi NU yang dicanangkan Gus Yahya sudah semakin dirasakan hasilnya oleh pengurus di cabang dan warga NU. Perbaikan tata kelola, digitalisasi, kaderisasi, dan pengukuran kinerja adalah empat pekerjaan dasar yang sudah dilakukan Gus Yahya dan wajib untuk dituntaskan,” terang Katib Syuriah PCNU Cilacap Kyai Abdal Malik, kemarin.
Karena itu, lanjut Kiai Malik, kerja-kerja Gus Yahya patut untuk dilanjutkan di periode kedua mendatang. “Gus Yahya layak diberi waktu tambahan satu periode lagi,” tegasnya.
Menurut Kiai Malik, dorongan ini merupakan aspirasi pengurus cabang agar apa-apa yang sudah dilakukan Gus Yahya dipertahankan bahkan ditingkatkan. “Kalau diperiode kedua nanti, insyaallah sudah tidak ada yang ‘menganggu’ lagi. Sehingga, bisa menuntaskan janji-janji saat maju sebagai Ketua Umum,” harapnya.
Sementara itu, Ketua PCNU Banyumas Kiai Mughni Labib juga mengatakan, agar program DIGDAYA yang dicanangkan Gus Yahya dilanjutkan sampai ke level ranting (desa). “Kami di Banyumas menunggu sekali tindak lanjut DIGDAYA sampai level ranting. Bahkan kami secara khusus membangun digitalisasi sendiri yang nanti siap disinkronkan dengan DIGDAYA PBNU,” bebernya.
Terpisah, Ketua PCNU Kebumen Kyai Imam Satibi juga ikut mengungkapkan, salah satu kelebihan Gus Yahya dibanding kader NU lainnya adalah soal kompetensi internasionalnya. “Kami berharap Gus Yahya terus bisa meng-upgrade warga NU di daerah agar semakin melek dengan situasi dan keadaan dewasa ini, termasuk soal situasi global,” harapnya.
Sikap dan dukungan dari PCNU di Jawa Tengah ini, jelas kontras dengan penilaian politisi di Jakarta, seperti Muhaimin Iskandar, Nusron Wahid, dan lainnya, yang menilai Gus Yahya gagal memimpin PBNU. era/rai
