Menurut Gus Yahya, keteguhan tersebut berangkat dari kesadaran mengenai tanggung jawab moral dan organisatoris untuk melanjutkan pengabdian sekaligus menata perjalanan Jam'iyah Nahdlatul Ulama ke depan.
Gus Yahya mengakui bahwa kepengurusan PBNU masa khidmah 2021–2026 menjalankan amanah dengan berbagai keterbatasan, kelebihan, dan ketidaksempurnaan. Menurutnya, PBNU berupaya membaca perubahan zaman, mengambil sejumlah pilihan, serta menjalankan berbagai hal yang mampu dilakukan selama lima tahun kepengurusan.
Gus Yahya mengatakan sejumlah capaian kepengurusan selama lima tahun terakhir juga telah dirasakan oleh jajaran PWNU dan PCNU. Berbagai pembaruan, kata dia, dilakukan untuk meningkatkan kinerja sekaligus mempermudah manajemen organisasi.
Semua orang bisa melihat dengan mata telanjang, mana yang sungguh-sungguh dan mana yang pura-pura. Siapa yang mengaku membawa-bawa dan mempermainkan NU tanpa rasa malu, silakan pertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Mari kita niatkan keberadaan kita di Muktamar ini untuk kemaslahatan jam’iyah, dan bersiap menyaksikan takdir indah yang Allah berikan untuk NU,” kata Gus Yahya.
Selama bertahun-tahun, Greg Barton selalu hadir dalam setiap muktamar NU. Ia bukan sekadar tamu, melainkan menjadi bagian dari narasi besar kebangkitan NU di mata dunia.
Pembahasan rokok dari sisi hukum agama sudah beres dari dahulu, sudah menjadi rahasia umum bahwa hukum rokok bukanlah haram melainkan mubah, sehingga keputusan seseorang untuk menjadi perokok bukanlah sebuah jalan utama kematian selagi tidak berlebihan dan cukup umur.
Dalam pidatonya, Gus Yahya mengatakan bahwa setelah melalui pergulatan dan perenungan panjang, PBNU sampai pada satu keyakinan bahwa NU tidak memiliki jalan lain selain menjalin sinergi dengan pemerintah demi menghadirkan manfaat nyata bagi warga nahdliyin.
Forum tersebut menghasilkan tujuh poin di antaranya menyarankan, agar Presiden Prabowo Subianto mengambil tindakan tegas terhadap menteri atau pejabat yang ikut campur proses pemilihan di Muktamar
Presiden lantas menagih kartu anggota NU ke Gus Yahya. Ia berjanji bakal menghadiri penutupan Muktamar ke-35 NU 31 Agustus nanti apabila permintaannya dikabulkan.
Mengutip wejangan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, Gus Yahya menyebut NU sebagai jam’iyah yang memiliki semangat memperbaiki sehingga tidak boleh ada tindakan yang justru merusak organisasi.
Terkait dinamika menjelang Muktamar ke-35 NU, Kiai Burhanudin mengaku mengikuti perkembangan tersebut dengan rasa keprihatinan. Ia menilai proses menjelang Muktamar semakin kuat diwarnai kepentingan politik, pragmatisme, hingga praktik-praktik yang mengarah pada politik uang.
Dalam pertemuan di Ponpes Lirboyo, para kiai sepuh yang hadir meminta para Muktamirin agar menjaga marwah dan kehormatan jam’iyyah serta menggunakan hak secara bertanggung jawab.
Namun terkait persiapan teknis, Cilacap memilih untuk tidak bersedia mengikuti karantina. Kami telah mendirikan posko sendiri agar koordinasi internal lebih terarah dan nyaman, ujarnya
Dalam kesempatan tersebut, Gus Yahya menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran persiapan tempat dan fasilitas Muktamar, termasuk penyesuaian infrastruktur di area pesantren.