Wabup Rembang: Kader IPNU-IPPNU Jangan Dilihat dari Jumlah, Tapi Manfaatnya di Masyarakat

Menurut Gus Hanies, IPNU-IPPNU bukan sekadar organisasi kumpul-kumpul, tapi kawah candradimuka pembentukan karakter pelajar NU. Untuk itu, ia berharap agar kader IPNU-IPPNU mampu menjadi agen perubahan di desa dan sekolahnya masing-masing.

Rembang, SuaraNahdliyin.ID – Wakil Bupati Rembang HM Hanies Cholil Barro’ atau Gus Hanies berpesan kepada kader IPNU-IPPNU untuk benar-benar mengenal dan memahami organisasi yang diikutinya.

Pesan itu ia sampaikan saat membuka Festival Pelajar dan Santri PC IPNU-IPPNU Rembang, Lomba Dai Pelajar dalam rangka Harlah XXV PC IPNU-IPPNU Rembang dan Hari Santri Nasional 2026 di Pendopo Museum RA Kartini Rembang, Sabtu (11/10/2026).

Menurut Gus Hanies, IPNU-IPPNU bukan sekadar organisasi kumpul-kumpul, tapi kawah candradimuka pembentukan karakter pelajar NU. Untuk itu, ia berharap agar kader IPNU-IPPNU mampu menjadi agen perubahan di desa dan sekolahnya masing-masing.

“Saya mengajak pengurus jangan melihat kader dari kuantitas, berapa banyak anggotanya. Tapi lihatlah seberapa besar kader itu bisa mempengaruhi dan membantu di lingkungan masyarakatnya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PC IPNU Rembang Muhammad Khammas Ainun Niam mengatakan, festival ini merupakan rangkaian dari Konferensi Cabang ke-25 PC IPNU-IPPNU Rembang.

“Kegiatan ini melombakan dua cabang, yakni Lomba Dai Pelajar dan MQK (Musabaqah Qiraatil Kutub),” jelasnya.

Khammas merinci, Lomba Dai Pelajar diikuti 18 peserta tingkat SD dan 24 peserta tingkat SMP. Sementara MQK diikuti 24 peserta. Pihaknya berharap lomba ini mampu mencetak dai muda dan santri yang tidak hanya pandai mengaji, tetapi juga siap berdakwah di tengah masyarakat. (S Hakim/nnn)