SURABAYA (SuaraNahdliyin.id) – Kabar duka datang dari dunia advokat Indonesia. Muhammad Sholeh, SH, yang dikenal luas dengan sapaan Cak Sholeh sekaligus pendiri komunitas No Viral No Justice, meninggal dunia pada Jumat (7/8/2026).
Kabar wafatnya M. Sholeh pertama kali diketahui dari unggahan belasungkawa yang disampaikan keluarga besar No Viral No Justice Cak Sholeh melalui media sosial. Dalam unggahan tersebut, pihak keluarga menyampaikan meminta doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
“Semoga Allah menerima amal ibadahnya, diberikan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” demikian bunyi ucapan belasungkawa yang diunggah komunitas tersebut.
Kabar ini kemudian dibenarkan oleh teman Sholeh yang juga pengacara, Daniel Rongrong.
“Kabarnya di RS Siloam tadi pagi sekitar pukul 03.00 WIB setelah menjalani perawatan selama 20 hari akibat sakit yang diderita almarhum, yakni autoimun,” kata Daniel saat dikonfirmasi, Jumat (7/8/2026).
Daniel menyampaikan duka cita atas kehilangan teman baiknya tersebut.
“Saya benar-benar kehilangan sosok almarhum,” ucapnya.
Muhammad Sholeh lahir di Sidoarjo pada 2 November 1975. Ia menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya.
Sebelum menjadi pengacara, Sholeh aktif dalam gerakan mahasiswa.
Cak Sholeh sejak muda dikenal sebagai aktivis. Dia pernah bergabung di organisasi yang vokal mengkritisi Orde Baru, yaitu SMID dan PRD.
Dia juga pernah terjun ke politik. Ia pernah mendaftarkan diri sebagai bakal paslon independen Wali Kota Surabaya pada pemilihan tahun 2020 yang berpasangan dengan Taufik Hidayat, seorang aktivis seniman dan budayawan.
Alumnus Tsanawiyah Tebuireng, Jombang tersebut tercatat sebagai tokoh dalam gerakan mahasiswa SMID dan pernah menjabat Ketua PRD Surabaya periode 1998-2000.
Aktivitasnya pada masa Orde Baru membuat Sholeh pernah menjalani hukuman di Penjara Kalisosok selama 1,5 tahun atas tuduhan subversif.
Selain menjadi advokat, Sholeh juga pernah terlibat dalam politik melalui PDI Perjuangan dan Gerindra. Ia juga pernah maju sebagai calon Wali Kota Surabaya melalui jalur independen.
Cak Sholeh sering membela kasus-kasus yang melibatkan rakyat kecil. Kabar meninggalnya M Sholeh meninggalkan duka bagi keluarga, rekan sesama advokat, hingga masyarakat dan komunitas driver online yang pernah mendapat pendampingan hukumnya.
Dikenal dengan Jargon ‘No Viral No Justice’
Nama M Sholeh dikenal lewat jargon “No Viral No Justice”. Ia kerap mendampingi masyarakat kecil yang menghadapi persoalan hukum.
Pada pertengahan Juli 2026, M Sholeh sempat membagikan kondisi kesehatannya melalui media sosial.
Saat itu, ia menjelaskan perubahan pada kondisi fisiknya akibat terapi yang sedang dijalani.
“Banyak yang bertanya kenapa pipi saya terlihat lebih tembem. Ini bukan karena bertambah gemuk, tetapi efek obat karena saya sedang sakit dan menjalani terapi di rumah sakit,” tulisnya di akun pribadinya.
Dalam unggahan tersebut, MÂ Sholeh juga meminta doa agar segera pulih dan bisa kembali mendampingi masyarakat. (jok)

