YOGYAKARTA (SuaraNahdliyin.id) – Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Seniman asal Yogyakarta, Nasirun, meninggal dunia pada Sabtu (1/8/2026) sekira pukul 05.30 WIB. Ia menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit AMC Muhammadiyah, Yogyakarta.
Informasi wafatnya Nasirun dengan cepat menyebar di berbagai komunitas seni, salah satunya melalui Lesbumi DIY. Kabar itu pun dikonfirmasi oleh sastrawan dan budayawan Agus Noor lewat unggahan media sosial. Ia menuliskan belasungkawa terhadap kepergian rekan sejawatnya.
“Mendapat kabar, pelukis Nasirun (@nasirunstudio) meninggal dunia, sekitar pukul 05.30 an, pagi tadi, 1 Agustus 2026. Alfatihah buat almarhum. Saya bersaksi ia orang yang baik,” tulisnya via akun Instagram @agusnoor_.
Putri almarhum, Ima, juga mengkonfirmasi kabar duka tersebut. Ia mengatakan jenazah Nasirun akan dimakamkan pada Sabtu siang pukul 14.00 WIB di Pemakaman Seniman Bantul, Yogyakarta.
“Benar, ayah saya akan dimakamkan hari ini,” kata Ima.
Sekilas Profil
Nasirun lahir di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah pada 1 Oktober 1965. Ia mulai merantau ke Yogyakarta untuk menempuh pendidikan tinggi di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Sampai akhir hayat, ia menetap di daerah istimewa tersebut.
Nasirun pernah menggelar pameran tunggal di Yogyakarta, Solo, dan Jakarta. Ia juga berpartisipasi dalam berbagai pameran kelompok di Indonesia, Singapura, hingga Belanda.
Beberapa penghargaan yang diterima adalah Lukisan Terbaik ISI Yogyakarta tahun 1991, McDonald Award, Lustrum X, ISI Yogyakarta 1994. Nasirun juga menjadi salah satu pemenang hadiah Top Ten Awards Seni Indonesia pada tahun 1997.
Karya-karyanya adalah usaha menafsir ulang seni tradisi, terutama wayang, dengan melakukan distorsi anatomi para tokohnya dan mengevaluasi struktur nilainya. Tak jarang, interpretasi itu dikaitkan dengan masalah sosial-politik yang sedang aktual dengan sentuhan humor dan ironi yang kental. (nhr)

