LAZISNU PWNU Jateng Galang Dana Bantu Warga Terdampak Kekeringan: Wujudkan Mabadi Khaira Ummah

Musim kemarau ekstrem telah menyebabkan sedikitnya 18 kabupaten/kota di Jawa Tengah menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan. Karena itu, seluruh elemen NU diminta bergerak bersama membantu masyarakat terdampak.

SEMARANG (SuaraNahdliyin.id) – NU Care-LAZISNU PWNU Jawa Tengah menginstruksikan seluruh jajaran pengurus LAZISNU di tingkat cabang hingga ranting untuk menggalang dana kemanusiaan bertajuk “Sedekah Air Bersih”. Hal itu sebagai respons terhadap bencana kekeringan yang mulai melanda berbagai wilayah di Jawa Tengah.

Instruksi tersebut tertuang dalam Surat Nomor 439/LAZISNU-PWNU/A.II/J/VII/2026 tentang Instruksi Penggalangan Dana Tanggap Bencana Kekeringan yang diterbitkan pada Kamis (30/7/2026) dan ditandatangani Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PWNU Jawa Tengah, R Wibowo.

Musim kemarau ekstrem telah menyebabkan sedikitnya 18 kabupaten/kota di Jawa Tengah menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan. Karena itu, seluruh elemen NU diminta bergerak bersama membantu masyarakat terdampak.

“Sebagai wujud kepedulian sosial dan implementasi nilai Mabadi Khaira Ummah, kami menginstruksikan seluruh jajaran PC LAZISNU, UPZIS MWCNU hingga tingkat ranting di Jawa Tengah untuk segera melaksanakan penggalangan dana massal melalui gerakan Sedekah Air Bersih dengan melibatkan jam’iyah Nahdliyin, pengurus masjid dan mushala, pondok pesantren, sekolah LP Ma’arif, serta elemen masyarakat luas,” demikian isi surat tersebut.

Selain menggerakkan penggalangan dana, LAZISNU Jawa Tengah juga meminta cabang yang berada di wilayah terdampak agar segera melakukan asesmen kebutuhan dan mendistribusikan bantuan air bersih secara terkoordinasi bersama lembaga-lembaga NU lainnya.
“Bagi PC dan UPZIS di daerah yang terdampak langsung agar segera melakukan asesmen dan mendistribusikan air bersih ke lokasi-lokasi krisis secara terkoordinasi dengan lembaga NU lainnya,” lanjutnya.

Sementara itu, bagi cabang yang berada di wilayah tidak terdampak secara langsung, dana yang berhasil dihimpun diminta untuk dikolektifkan melalui rekening Siaga Bencana PW LAZISNU Jawa Tengah agar dapat disalurkan ke daerah yang paling membutuhkan.

“Dana yang terkumpul dapat dikolektifkan melalui rekening Siaga Bencana PW LAZISNU Jawa Tengah untuk kemudian kami salurkan ke titik-titik yang paling darurat,” tulisnya.

Melalui instruksi tersebut, LAZISNU Jawa Tengah berharap seluruh jajaran NU dapat memperkuat gerakan kemanusiaan dalam membantu masyarakat menghadapi ancaman kekeringan yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa waktu ke depan. Bagi yang ingin berpartisipasi dapat menyalurkan donasi melalui NU Care-LAZISNU Jawa Tengah melalui rekening BSI Infak 2000990003 atau BCA Infak 7830777355 atas nama Lazisnu Jawa Tengah atau melalui link donasi: https://s.id/bantuairbersih.

Setiap tetes air yang disalurkan diharapkan menjadi harapan baru bagi ribuan warga yang tengah menghadapi dampak kekeringan.

Seperti diketahui kekeringan di Jawa Tengah kian meluas seiring mendekatnya puncak musim kemarau. Hingga awal Agustus, tercatat ratusan ribu keluarga di 27 kabupaten/kota terdampak krisis air bersih. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama instansi terkait telah mendistribusikan sebanyak 12.274.200 liter air bersih untuk membantu warga yang kesulitan.

Berdasarkan pemantauan pada Kamis (6/8/2026), jumlah warga yang mengalami kesulitan air bersih, terutama untuk kebutuhan konsumsi, terus meningkat. Banyak warga terpaksa mencari sumber mata air yang jauh, membeli air tangki secara mandiri, atau mengandalkan bantuan pemerintah. Saat ini, bantuan telah menjangkau 281 desa di 134 kecamatan yang tersebar di 27 daerah.

“Kami terpaksa mengandalkan bantuan air bersih untuk kebutuhan konsumsi, karena air dari Pamsimas hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan seperti mandi dan cuci,” ujar Istikhoroh, 34, warga Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

Karena itu warga mengharap bantuan dari lembaga lain seperti dari NU CARE DAN Lazisnu.

(jok)