JOMBANG (SuaraNahdliyin.id) – Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Jawa Timur akan menerjunkan 20 ribu personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk mengawal sekaligus mengamankan jalannya Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026 mendatang. Keberadaan Banser untuk menunjang keamanan, ketertiban, dan kelancaran Muktamar NU.
Kepastian jumlah personel itu disampaikan dalam rapat koordinasi Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Banser Jawa Timur di Graha PW GP Ansor Jawa Timur, Ahad (2/8/2026). Rapat dipimpin langsung Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa Safril, didampingi Kasatkorwil Banser Jawa Timur, H. Rizza Ali Faizin, serta dihadiri jajaran komandan satuan Banser se-Jawa Timur.
“Ini bagian dari komitmen kita untuk mengawal jalannya acara. Sekitar 20.000 personel akan diterjunkan secara bergelombang sepanjang rangkaian muktamar,” kata Kasatkorwil Banser Jatim, H. Rizza Ali Faizin, saat dikonfirmasi, Senin (3/8/2026).
Ia menjelaskan personel akan mulai bersiaga di lokasi sejak 25 Agustus 2026 atau dua hari sebelum pembukaan resmi. Selama muktamar, sekitar 2.000 personel bertugas aktif setiap hari, dibagi dalam tiga shift kerja, dan disebar di 24 titik pengamanan vital.
“Fokus area pengamanan meliputi panggung utama, jalur mobilitas peserta, hingga berbagai lokasi strategis lain di Jombang. Pola ini diterapkan untuk mengantisipasi penumpukan massa dan kemacetan lalu lintas,” tuturnya.
Selain keamanan, Banser juga mengoperasikan tiga pos pelayanan kesehatan gratis bagi peserta maupun masyarakat umum. Sistem pengamanan dijalankan secara terpadu bersama badan otonom dan lembaga keamanan internal NU lain, seperti Pagar Nusa dan SIGAP, serta disinergikan dengan aparat kepolisian dan TNI di wilayah Jawa Timur.
“Kami tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga pelayanan. Banser hadir untuk memastikan seluruh rangkaian Muktamar berjalan lancar, tertib, dan memberikan rasa nyaman kepada seluruh peserta,” kata Rizza.
Sementara itu, Ketua PW GP Ansor Jatim, H. Musaffa Safril, menegaskan bahwa Muktamar ke-35 NU merupakan agenda strategis yang menentukan arah organisasi lima tahun ke depan, sekaligus etalase wajah NU di hadapan warga nahdliyin, masyarakat Indonesia, dan dunia internasional. “Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama merupakan momentum yang sangat strategis. Dari forum inilah arah kebijakan organisasi untuk lima tahun ke depan akan dirumuskan,” ujarnya.
Musaffa menambahkan, Jawa Timur memikul tanggung jawab besar menjamin keamanan seluruh rangkaian acara. “GP Ansor dan Banser Jawa Timur berkomitmen memberikan dukungan terbaik melalui pengamanan yang profesional, pelayanan yang humanis, serta koordinasi yang solid dengan seluruh pihak terkait,” tegasnya.
Ia pun mengimbau seluruh kader Ansor dan Banser menjadikan tugas pengamanan ini sebagai bentuk pengabdian tertinggi. “Kami ingin setiap peserta Muktamar merasakan bahwa Jawa Timur menyambut mereka dengan kesiapan, keramahan, dan semangat khidmah kepada Nahdlatul Ulama, bangsa, dan negara,” ungkapnya.
Dalam rakor tersebut, jajaran pimpinan Banser membedah berbagai aspek teknis operasional pengamanan, mulai dari pola penempatan personel, pembagian tugas, skema pelayanan kesehatan, hingga penguatan koordinasi lintas sektor. sua/rai

