Gus Yahya Terima Hadiah Syarah atas Kitab Tulisan Hadratussyekh dari Syekh Yasir Al-Adni

"Pada pertemuan itu, Syekh Yasir menghadiahkan kepada Gus Ketum kitab syarah yang baru saja diselesaikan oleh beliau pada malam sebelumnya. Kitab yang dihadiahkan itu merupakan syarah Ar-Risalah at-Tauhidiyah, karya Hadratussyekh KH M Hasyim Asy'ari," kata Wasekjen PBNU, Ahmad Ginanjar Syaban

JAKARTA (SuaraNahdliyin.id) – Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menerima hadiah syarah atas kitab tulisan Hadratussyekh KH M Hasyim Asyary dari Ulama Besar Hadits dari Republik Yaman, Syekh Yasir Al-‘Adni.

Kitab syarah yang baru diselesaikan Syekh Yasir Al-Adni atas kitab Ar-Risalah At-Tauhidiyah karya Hadratussyekh itu diserahkan di sela kunjungan pribadinya kepada Gus Yahya di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Selasa (4/8/2026).

“Pada pertemuan itu, Syekh Yasir menghadiahkan kepada Gus Ketum kitab syarah yang baru saja diselesaikan oleh beliau pada malam sebelumnya. Kitab yang dihadiahkan itu merupakan syarah Ar-Risalah at-Tauhidiyah, karya Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari,” kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU, Ahmad Ginanjar Syaban, usai pertemuan.

Ginanjar mengungkapkan bahwa Gus Yahya berencana mencetak karya tersebut karena dinilai penting sebagai syarah, ulasan, dan penjelasan atas risalah teologi yang ditulis oleh muassis NU, Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari.

“Karena karya tersebut penting merupakan syarah, ulasan dan juga penjelasan mengenai karya risalah teologi yang ditulis muassis Nahdlatul Ulama yaitu Hadratusyekh KH Hasyim Asyary,” jelasnya.

Ia juga menceritakan bahwa kedua tokoh tersebut saling bertukar ijazah sanad. Menurutnya, Syekh Yasir memberikan kitab tsabat yang berisi kumpulan sanad keilmuan kepada Gus Yahya. Sebaliknya, Gus Yahya juga memberikan ijazah sebagian sanad keilmuannya kepada Rektor Institut Darul Hadits Yaman itu.

“Terutama yang berasal dari abah beliau KH Cholil Bisri yang tersambung kepada kakek beliau KH Bisri Mustofa, dan juga buyut beliau KH Cholil Harun kepada Syekh Yasir,” jelasnya.

Selain itu, ia mengatakan bahwa Syekh Yasir menyampaikan apresiasi dan harapan kepada NU sebagai organisasi Ahlussunnah wal Jamaah terbesar di Indonesia dan dunia Islam dalam pertemuannya dengan Gus Yahya.

“Beliau banyak mengungkapkan apresiasi sekaligus harapannya kepada Jam’iyah Nahdlatul Ulama sebagai jam’iyah Ahlussunnah wal Jamaah terbesar di Indonesia dan dunia Islam,” tandasnya. (nuo/nhr)