Gus Yahya Akan Intensifkan Dialog Lintas Agama di Amerika

Gus Yahya mengatakan dirinya fokus di kegiatan keagamaan tersebut yang akan diwujudkan di sejumlah lembaga internasional yang telah didirikannya. Di antaranya adalah Center for Shared Civilizational Values (CSCV) atau Pusat Nilai-Nilai Peradaban Bersama.

JAKARTA (SuaraNahdliyin.id) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021-2026, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengaku akan tetap aktif dalam berbagai kegiatan bernuansa religius usai purna tugas di PBNU. Gus Yahya antara lain akan melakukan penguatan gerakan Islam Kemanusiaan atau Humanitarian Islam maupun aktivitas lain pada forum kerukunan antarumat beragama di tingkat internasional. Gus Yahya seniri merupakan pendiri dari lembaga internasional tersebut.

Gus Yahya mengatakan dirinya fokus di kegiatan keagamaan tersebut yang akan diwujudkan di sejumlah lembaga internasional yang telah didirikannya. Di antaranya adalah Center for Shared Civilizational Values (CSCV) atau Pusat Nilai-Nilai Peradaban Bersama.

“Yayasan yang didirikan oleh saya, yang bertindak sebagai sekretariat permanen untuk mengurusi dan mengelola pergerakan global forum Religion of Twenty (R20), adalah Center for Shared Civilizational Values (CSCV) atau Pusat Nilai-Nilai Peradaban Bersama,” ujar Gus Yahya dalam keterangannya dikutip Sabtu (5/9/2026).

Menurut dia, CSCV merupakan sekretariat permanen yang mengurusi sekaligus mengelola pergerakan global forum Religion of Twenty (R20). Forum tersebut, ucap Gus Yahya, menjadi salah satu instrumen penting dalam mempertemukan berbagai pemimpin agama di dunia untuk membangun nilai-nilai peradaban bersama.

Selain CSCV, juru bicara Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini juga menyebut dirinya adalah pendiri Bayt ar-Rahmah Li ad-Da’wa al-Islamiyah Rahmatan li al-’Alamin, yang merupakan yayasan keagamaan setingkat global yang berpusat di Amerika Serikat.

“Selain CSCV, saya juga merupakan pendiri dari yayasan keagamaan global berbasis di Amerika Serikat bernama Bayt ar-Rahmah,” ucap dia.

Gus Yahya yang juga masih menjabat sebagai ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Indonesia ini mengatakan dua lembaga nirlaba internasional tersebut selama ini bekerja sama dengan PBNU sebagai hub internasional untuk menjalankan gerakan Humanitarian Islam sekaligus bertugas menyelenggarakan forum dialog antarpemimpin agama di dunia. Gus Yahya juga menjelaskan setelah berakhirnya masa kepemimpinannya di PBNU dirinya akan aktif berkecimpung di agenda internasional dalam waktu dekat.

Ia mengungkapkan berencana untuk bertolak ke Amerika Serikat pada Desember mendatang untuk melakukan serangkaian kunjungan dan dialog dengan sejumlah tokoh lintas agama di negeri Paman Sam. “Desember bertolak ke Amerika untuk serangkaian kunjungan dan dialog dengan sejumlah tokoh antaragama,” kata Gus Yahya. (jok)