JAKARTA (SuaraNahdliyin.id) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Gus Yahya hadir bersama sejumlah tokoh dan pejabat negara dalam agenda kenegaraan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sidang tersebut turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sidang Tahunan MPR 2026 menjadi salah satu agenda penting lembaga negara karena mempertemukan pimpinan MPR, DPR, DPD, Presiden, Wakil Presiden, sertasejumlah pejabat negara dan tokoh nasional. Dalam sidang tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan mengenai kondisi dan arah pemerintahan Indonesia. Pidato Presiden menjadi bagian utama dari rangkaian Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD.
Tampak hadir antara lain Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla. Berdasarkan pantauan di lokasi, Jokowi hadir di Ruang Rapat Paripurna bersama Jusuf Kalla mengikuti rangkaian Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI. Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin serta Wakil Presiden ke-11 RI Boediono juga tampak hadir dalam sidang tersebut. Sementara Presiden kelima dan keenam RI, Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak hadir.
Dalam kesempatan itu Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Ahmad Muzani menyoroti dua program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Ia menyampaikan bahwa program MBG bukan sekadar pembagian makanan, melainkan terobosan pemerintah untuk mewujudkan Generasi Emas 2045.
Muzani menuturkan, program tersebut menjadi bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat dan berkualitas. Pemenuhan gizi bagi anak-anak, ibu hamil, serta kelompok yang membutuhkan juga menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
Meski memiliki tujuan besar, Ketua Dewan Kehormatan sekaligus Sekretaris Dewan Pembina Partai Gerindra itu menekankan pentingnya tata kelola yang baik dalam pelaksanaan program MBG agar manfaatnya tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Tugas kita bersama adalah memastikan bahwa tujuan yang baik itu dilaksanakan dengan tata kelola yang baik, tepat sasaran, dan akuntabel,” ujar Muzani dalam pidatonya.
Selain MBG, Muzani juga menyoroti KDKMP atau Kopdes Merah Putih sebagai wujud perekonomian yang disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
“Amanat ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia tidak boleh semata-mata diserahkan kepada persaingan bebas yang membuat pihak kuat semakin perkasa dan pihak lemah semakin tersisih,” imbuhnya.
Menurutnya, koperasi menjadi salah satu sarana untuk menghadirkan demokrasi dalam kehidupan ekonomi. Melalui koperasi yang dikelola secara sehat dan profesional, petani dapat memperkuat posisi tawarnya, nelayan memperoleh akses pasar, dan pelaku usaha mikro memiliki ruang untuk berkembang.
Selain itu, koperasi juga dapat memperpendek rantai distribusi kebutuhan pokok sehingga nilai tambah ekonomi dapat lebih banyak dinikmati masyarakat.
Muzani menilai koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan juga semangat untuk maju bersama. Karena itu, keberhasilannya dapat diukur dari tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif, meningkatnya pendapatan anggota, kuatnya tata kelola, dan bertambahnya kemandirian masyarakat. (Jok)

