CIREBON (SuaraNahdliyin.id) – Innalilahi wa inna ilaihi rajiun. Sesepuh Pondok Buntet Pesantren KH Hasanuddin Kriyani wafat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta Rabu (12/8/2026).
Kabar duka itu telah dikonfirmasi oleh Ustadz Jamaluddin Husein, menantu Almarhum.
“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun,” kata Ustadz Jamaluddin Husein, menantu Almarhum.
Abah Hasan, sapaan akrabnya, dipilih masyayikh Sesepuh Pondok Buntet Pesantren melanjutkan kepemimpinan KH Adib Rofiuddin Izza yang wafat pada 1 Juni 2026 lalu.
Penetapan KH Hasanuddin Kriyani saat itu sebagai sesepuh dilakukan melalui proses musyawarah yang didahului ikhtiar spiritual para masyayikh Dewan Sepuh dengan melaksanakan salat istikharah hingga tercapai kesepakatan bulat (ittifaq).
Pengukuhan itu diumumkan dalam rangkaian peringatan 40 hari wafatnya almaghfurlah KH Adib Rofiuddin Izza, Sabtu (11/7/2026). Momen tersebut menjadi penanda berlanjutnya estafet kepemimpinan spiritual di salah satu pesantren tertua di Indonesia ini.
Anggota Dewan Sepuh Pondok Buntet Pesantren, KH Amiruddin, menegaskan bahwa penetapan sesepuh baru dilandasi ikhtiar batin dan permohonan petunjuk kepada Allah Swt., bukan semata-mata hasil pembahasan organisasi.
“Lebih dari sekadar musyawarah, para masyayikh di Dewan Sepuh terlebih dahulu mengetuk pintu langit, memohon petunjuk dan rida Allah SWT melalui salat istikharah,” ujar KH Amiruddin dalam keterangannya saat itu.
Menurutnya, tradisi tersebut telah menjadi bagian dari nilai yang dijaga Pondok Buntet Pesantren dalam menentukan sosok yang akan memikul amanah kepemimpinan. Sebab, posisi sesepuh tidak hanya menyangkut tata kelola kelembagaan, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang besar.
Selain mengukuhkan KH Hasanuddin Kriyani sebagai sesepuh, Pondok Buntet Pesantren juga memperkuat struktur Dewan Sepuh dengan bergabungnya dua ulama, yakni KH Ahmad Syukrie Said dan KH Ade Moh. Nasih.
Kehadiran keduanya diharapkan semakin memperkokoh peran Dewan Sepuh dalam menjaga tradisi keilmuan, membimbing kehidupan spiritual, sekaligus mengarahkan langkah Pondok Buntet Pesantren menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai kepesantrenan yang diwariskan para pendahulu.
“Pemilihan sesepuh ini telah melalui kesepakatan Dewan Sepuh setelah sebelumnya kami memohon petunjuk kepada Allah SWT dengan beristikharah, demi keberkahan dan kemaslahatan bersama,” tuturnya.
Adapun susunan Dewan Sepuh Pondok Buntet Pesantren saat ini terdiri atas KH Hasanuddin Kriyani sebagai Sesepuh, didampingi KH Ahmad Mursyidin, KH Amiruddin, KH Tajuddin Zen, KH Subhi Muta’ad, KH Aris Ni’matullah, KH Ahmad Syukrie Said, dan KH Ade Moh. Nasih.
Almarhum KH Hasanuddin Kriyani
sejak muda aktif di dunia pendidikan dengan menjadi kepala madrasah di lingkungan Pondok Buntet Pesantren. Almarhum juga pernah menjabat sebagai Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon. (jok)

