BANJARBARU (SuaraNahdliyin.id) — Dukungan untuk Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) agar melanjutkan kepemimpinan di PBNU untuk periode kedua, terus mengalir. Saat menghadiri acara sosialisasi Gerakan Nasional Pesantrenku Aman di Pondok Pesantren Darul Ilmi, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (11/8/2026), pengurus cabang NU di Kalimantan Selatan giliran menyampaikan aspirasi agar Gus Yahya kembali maju sebagai Ketua Umum PBNU.
Saat ditanya wartawan soal derasnya dukungan dari PCNU dan PWNU itu, Gus Yahya membenarkan adanya aspirasi tersebut. Ia mengatakan kehadirannya dalam pertemuan dengan sejumlah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Kalimantan Selatan merupakan bagian dari komunikasi dengan cabang-cabang NU di wilayah tersebut.
“Kami memenuhi permintaan cabang-cabang di Kalimantan Selatan yang sudah komunikasikan ya,” kata Gus Yahya.
Sebelum menghadiri kegiatan Gerakan Nasional Pesantrenku Aman di Pondok Pesantren Darul Ilmi Banjarbaru, Gus Yahya memang terlebih dahulu menghadiri pertemuan dengan sejumlah PCNU se-Kalimantan Selatan pada Selasa (11/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi cabang-cabang NU di Kalsel untuk menyampaikan aspirasi terkait arah kepemimpinan PBNU menjelang Muktamar ke-35.
Gus Yahya menegaskan, Muktamar ke-35 NU akan difokuskan pada pembahasan program organisasi dan penyegaran kepemimpinan untuk lima tahun mendatang.
Mantan juru bicara Gus Dur ini mengatakan Muktamar ke-35 NU menjadi forum penting untuk menentukan arah organisasi setelah berakhirnya periode kepengurusan saat ini. Selain membahas program kerja, forum tersebut juga akan membicarakan kepemimpinan NU untuk periode berikutnya.
“Di situ nanti akan dibicarakan program lima tahun ke depan, penyegaran kepemimpinan untuk lima tahun ke depan ya, dan juga beberapa hal penting lainnya,” ujar Gus Yahya.
Muktamar ke-35 NU rencananya digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026.
Forum tersebut merupakan permusyawaratan tertinggi NU yang akan merumuskan agenda organisasi sekaligus menentukan kepemimpinan yang menjalankan hasil keputusan organisasi selama lima tahun berikutnya.
Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU, semakin banyak PCNU dan PWNU mengomunikasikan aspirasi kepada Gus Yahya agar kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU untuk periode berikutnya.
Dengan jadwal pelaksanaan yang semakin dekat, dinamika aspirasi dari berbagai cabang NU menjadi bagian dari proses organisasi menjelang forum permusyawaratan tersebut. Keputusan mengenai kepemimpinan PBNU dan program organisasi selanjutnya akan ditentukan melalui mekanisme Muktamar.
Dalam rangkaian kunjungan ke Kalsel tersebut, Gus Yahya juga mengukuhkan sejumlah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama di Kalimantan Selatan.
PCNU yang dikukuhkan meliputi PCNU Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Balangan, dan Alabio. (jok)
.

