KUPANG (SuaraNahdliyin.id) – Ketua PWNU Nusa Tenggara Timur (NTT), Pua Monto Umbu Nay, menilai selama memimpin PBNU, Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), banyak melakukan pembenahan organisasi. Warga NU pun sudah merasakan hasil kerja Gus Yahya selama satu periode memimpin PBNU hingga tingkat bawah.
Salah satunya soal penertiban administrasi organisasi serta implementasi sistem digital Digdaya yang dinilai memperkuat tata kelola NU.
“Ada banyak hasil yang beliau lakukan, di antaranya penertiban administrasi, hadirnya Digdaya, lahirnya berbagai aturan organisasi yang membuat progres NU semakin maju,” kata Pua Monton Kamis (6/8/2026).
Meski demikian, ia mengakui implementasi digitalisasi di NTT belum sepenuhnya merata. Menurut Pua, penggunaan Digdaya di tingkat PWNU sudah berjalan penuh. Tantangan justru berada di tingkat cabang yang masih membutuhkan pendampingan karena sebagian pengurus belum terbiasa menggunakan teknologi digital.
“Kami di wilayah sudah 100 persen. Tinggal cabang-cabang yang terus kami dorong karena masih ada pengurus yang gagap teknologi,” katanya.
Di tengah dinamika menjelang Muktamar ke-35 NU di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang 27-31 Agustus 2026, Pua berharap seluruh proses berlangsung damai tanpa mengorbankan tradisi saling menghormati yang selama ini menjadi ciri khas Nahdlatul Ulama.
Dia juga menilai pencalonan kembali Gus Yahya pada Muktamar NU ke-35 nanti merupakan hak yang dijamin dalam mekanisme organisasi. Apalagi Gus Yahya berhasil dalam memimpin PBNU.
Menurutnya, semakin banyak kader yang maju justru menunjukkan regenerasi di tubuh Nahdlatul Ulama berjalan sehat.
“Sah-sah saja. Itu hak masing-masing kader untuk mencalonkan diri. Semakin banyak kader yang maju, kami merasa NU semakin maju,” katanya. (jok)

