YANMU Siap Dukung Program Gus Yahya Salurkan 400 – 500 Ambulans di Seluruh PWNU-PCNU

Wakil Ketua Umum YANMU, Syahdhana Hardjo Baswara mengatakan, insya Allah paling cepat dua sampai tiga minggu bisa terealisasi dan insya Allah sudah tiba di PCNU dan PWNU seluruh Indonesia. Insya Allah target kita 400 sampai 500 ambulans untuk kita realisasikan.

Wakil Ketua Umum YANMU Syahdhana Hardjo Baswara menyerahkan secara simbolis bantuan 11 ambulans dan 1.000 Al-Quran kepada Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dalam Program Rihlah Kemanusiaan di Halaman Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026).

JAKARTA (SuaraNahdliyin.id) – Secara bertahap Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)bersama Yayasan Anugerah Nusantara Al-Mubarokah (YANMU) menyalurkan ambulans dan Al Quran kepada Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang (PCNU) di seluruh Indonesia. Dalam kolaborasi Program Rihlah Kemanusiaan ini, PBNU dan YANMU menyerahkan 11 ambulans dan 1.000 Al-Qur’an untuk PWNU dan PCNU di sejumlah daerah di Tanah Air.

Serah terima hibah ambulans dan Al Quran itu secara simbolis dilakukan oleh Wakil Ketua Umum (Waketum) YANMU, Syahdhana Hardjo Baswara, kepada Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), di Halaman Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026).

Dalam kesempatan itu Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), mengungkapkan, bahwa selama ini kerjasama yang berlangsung di PBNU selalu berkoordinasi dengan PWNU dan PCNU di seluruh Indonesia. Menurutnya, langkah tersebut telah terbukti berhasil menjalankan berbagai kerjasama nasional.

“Yang lebih cepat itu kalau dikoordinasikan lewat PWNU dan PCNU seluruh Indonesia. Karena saya Ketua Umum, saya mengerti dan memang sudah terbukti selama ini berbagai kerjasama nasional yang melibatkan dan menggunakan jaringan PWNU dan PCNU seluruh Indonesia itu sudah terbukti efektif jangkauannya,” katanya.

Gus Yahya juga menyoroti bahwa banyak daerah di Indonesia yang masyarakatnya masih jauh dengan tempat-tempat layanan kesehatan. Menurutnya, pengadaan ambulans menjadi salah satu solusi menghadapi masalah tersebut.

“Kita melihat bahwa di daerah-daerah ini keberadaan tempat-tempat layanan kesehatan sejauh ini masih belum cukup merata. Ada daerah-daerah tempat layanan kesehatan itu sendiri masih belum mudah dijangkau dan belum ada fasilitas untuk mengantarkan warga yang menbutuhkan layanan ke tampat-tempat itu,” katanya.

Sementara itu Wakil Ketua Umum YANMU, Syahdhana Hardjo Baswara, mengungkapkan, pengiriman ambulans bakal dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu tiga minggu ke depan. Saat ini, katanya, sudah ada 300 pengajuan ambulans dari PWNU dan PCNU.
“Insya Allah paling cepat dua sampai tiga minggu bisa terealisasi dan insya Allah sudah tiba di PCNU dan PWNU seluruh Indonesia. Insya Allah target kita 400 sampai 500 ambulans untuk kita realisasikan,” katanya.

Dia mengaku bakal terus mendukung program-program PBNU terutama dalam merealisasikan bantuan ambulans ini agar tercipta akses kesehatan di seluruh daerah Indonesia.

“Insya Alah dipercaya Ketua Umum Gus Yahya untuk merealisasikan program bantuan yang nantinya akan disalurkan di seluruh PWNU dan PCNU,” jelasnya.

Dari 11 unit ambulans yang siap disalurkan terdiri atas dua tipe, yakni 10 unit ambulans berbasis Daihatsu Luxio dan satu unit ambulans berbasis Toyota HiAce.

Sepuluh unit ambulans tipe Luxio akan didistribusikan ke sejumlah lokasi penerima, yakni Pesantren Habib Haidar di Semarang, Pesantren Al-Anwar 1 dan Pesantren Al-Anwar 2 di Sarang, Rembang, Pesantren Al-Falah Ploso di Kediri, Pesantren Lirboyo di Kota Kediri, Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas di Jombang, Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo di Situbondo, serta Pesantren Habib Alwi dan Pesantren Bustanul Ma’arif di Gumukmas, Jember.

Adapun satu unit ambulans tipe Toyota HiAce akan ditempatkan di lokasi Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, untuk mendukung layanan kesehatan bagi para peserta selama pelaksanaan Muktamar.

Seperti diberitakan SuaraNahdliyin.id sebelumnya, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengatakan, saat ini sudah ada 409 Pimpinan Cabang NU (PCNU), dan 29 Pimpinan Wilayah NU (PWNU) mengajukan permohonan hibah ambulans.

“Ada 409 yang sudah memesan untuk bisa mendapatkan ambulans ini. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa direalisasikan karena persiapannya memang sudah dari dulu, sudah sejak tahun lalu,” kata Gus Yahya saat pelepasan rombongan Rihlah Kemanusiaan Yayasan Anugrah Nusantara Al Mubarokah (YANMU), di Kantor PBNU, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Terkait hal itu, Gus Yahya berterima kasih kepada YANMU yang telah menyanggupi usulan pengadaan hibah ambulans tersebut. Dia menyatakan, pengadaan untuk PCNU lebih mudah secara pemetaan, daripada diserahkan kepada pesantren.

Setelah PCNU dan PWNU menerima bantuan ambulan, Gus Yahya meminta agar segera di putuskan mau ditempatkan di mana, supaya efektif. Jangan cuma ditaruh di kantor PCNU saja untuk hiasan.

“Silakan ditempatkan di tempat yang paling membutuhkan, apakah di MWC atau di pesantren,” katanya. (jok)