Dihadiri Ribuan Jemaah, Bun Wid Gelar Kuliah Subuh Bersama UAS Di Ketapang Daya

UAS mengajak umat untuk menjadikan masjid sebagai pusat kehidupan umat Islam, bukan hanya untuk salat lima waktu.

SAMPANG (SuaraNahdliyin.id) – Ribuan jemaah memadati kediaman Bun Wid Desa Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, pada Sabtu (1/8/2026). Mereka mengikuti Subuh Berjamaah dan Kuliah Subuh bersama penceramah nasional KH. Abdul Somad Batubara,

Sejak pukul 04.00 WIB jemaah dari berbagai daerah di Madura sudah berdatangan. Kegiatan dimulai dengan salat Subuh berjamaah, zikir, lalu dilanjutkan taushiyah yang berlangsung khidmat hingga matahari terbit.

Dalam kuliah subuhnya, UAS mengajak umat untuk menjadikan masjid sebagai pusat kehidupan umat Islam, bukan hanya untuk salat lima waktu.

“Masjid itu bukan hanya tempat sujud. Masjid harus jadi pusat peradaban, pusat ilmu, pusat solusi umat. Kalau masjid hidup, maka insyaAllah umat ini akan kuat,” tegas Prof. Dr. KH. Abdul Somad.

UAS juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan.

“Menjaga silaturahmi adalah tanda cinta kita kepada Allah. Jagalah persatuan, kuatkan ukhuwah, dan tingkatkan kualitas ibadah. Jangan sampai gara-gara beda pendapat, kita saling bermusuhan,” katanya.

Lebih lanjut, ulama yang akrab disapa UAS itu menekankan tiga kunci agar hidup berkah:

“Pertama, jaga salat tepat waktu. Kedua, jaga lisan dan akhlak. Ketiga, jangan putus baca Al-Qur’an walau satu ayat sehari. Tiga ini kalau dijaga, rumah tangga tenang, rezeki lancar, dan hati tentram,” jelasnya.

UAS menutup tausiyah dengan doa agar masyarakat Sampang diberikan kemudahan rezeki, dijauhkan dari kemiskinan dan kebodohan, serta menjadi daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Sementara itu, sebagai tuan rumah, Kades Ketapang Daya, Moh. Wijdan atau Bun Wid menyampaikan rasa syukur atas antusiasme masyarakat yang luar biasa.

“Alhamdulillah, jemaah yang hadir membludak. Saya berharap Subuh Berjamaah dan Kuliah Subuh ini bisa menjadi agenda rutin. Tujuannya untuk mempererat silaturahmi, menambah ilmu, dan meningkatkan semangat masyarakat dalam menuntut ilmu agama,” ujar Bun Wid.

Menurut Bun Wid, kehadiran UAS di Sampang menjadi penyemangat bagi umat untuk lebih dekat dengan masjid dan majelis ilmu.

“Dengan adanya ulama besar seperti UAS hadir di tengah kita, semoga ini menjadi jalan hidayah dan keberkahan untuk Sampang dan Madura secara keseluruhan,” tambahnya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga mempererat kebersamaan. Para jemaah tampak antusias berfoto dan bersalaman dengan UAS usai acara.

Bagi warga, kehadiran ulama nasional di Sampang menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keislaman dan semangat menuntut ilmu. (Jok)