Jam'iyyah / Banom
Teladani Mbah Wahab, PKN XI Ansor Ditutup di Ponpes Tambakberas
Addin Jauharudin menegaskan, PKN XI dibuka di Ponpes Bumi Sholawat dan ditutup di Ponpes Tambakberas karena pesantren ini melahirkan pencetus NU, Mbah Wahab, juga inisiator berdirinya Ansor.
JOMBANG (SuaraNahdliyin.id) - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Addin Jauharudin, menutup rangkaian Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Angkatan XI Tahun 2026 di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu (12/7/2026). PKN diharapkan melahirkan cetak biru kepemimpinan nasional.
Dalam keterangan tertulisnya dikutip Selasa (14/7/2026), Addin Jauharudin, menegaskan, bahwa, PKN XI dibuka di Pondok Pesantren Bumi Sholawat Progresif Sidoarjo pada 7 Juli 2026 dan ditutup di Pondok Pesantren Tambakberas Jombang, Jawa Timur, lantaran Tambakberas merupakan pesantren yang melahirkan pencetus embrio Nahdlatul Ulama, KH Wahab Hasbullah, sekaligus inisiator berdirinya GP Ansor. Lokasi ini juga akan menjadi tempat Muktamar ke-35 NU pada 27-31 Agustus 2026 mendatang.
“Mbah Wahab selain pendiri NU, juga pendiri Ansor. Dan kita telah melakukan tirakat sepeda dari Bangkalan ke Jombang. Maka harapan besarnya Ansor akan menjadi penggerak organisasi seperti teladan dari Mbah Wahab. Selain itu, tanggung jawab kita, Ansor Banser adalah memastikan muktamar berjalan dengan aman dan sukses,” tandas Addin.
Addin juga menegaskan kaderisasi merupakan jangkar organisasi dan menjadi ruang dalam mewujudkan mimpi-mimpi baru organisasi di tengah zaman yang berubah dan keragaman kader.
“Ansor adalah rumah terbuka, mimpi apa pun bisa kita cetak. Tempat berkumpulnya harapan, itulah organisasi. Ke depan, seluruh instrumen dan struktur Ansor harus hadir dengan kemampuan-kemampuan barunya,” kata Addin dalam keterangannya dikutip Selasa (14/7/2026).
Doktor bidang Ilmu Manajemen Strategis Universitas Brawijaya (UB) itu menolak kepengurusan yang berjalan biasa-biasa saja dan menginstruksikan penciptaan ritme organisasi dengan menggerakkan seluruh struktur tanpa terkecuali. Dalam mendorong kapasitas kader, Addin menggarisbawahi bahwa kunci utama kemakmuran ekonomi adalah kualitas sumber daya manusia (SDM). Secara konkret, ia menginstruksikan jajaran struktur untuk masif membangun sekolah pelatihan mandiri demi menciptakan lapangan kerja baru.
“Tidak boleh ada lahan dan orang yang nganggur. Semua aset harus bisa kita kelola secara maksimal. Itulah fungsi kepemimpinan,” kata Addin.
Senada dengan Addin, Wakil Menteri Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) yang juga kader Ansor, Aminuddin Ma'ruf, menegaskan setiap transformasi besar wajib berakar pada integritas niat dan ketajaman visi.
Mengutip QS Ar-Ra'd ayat 11, dia membedah bagaimana institusi seperti BUMN melakukan streamlining radikal, menyederhanakan portofolio dari 1.074 entitas menjadi kisaran 281 entitas di tahun 2026, demi efisiensi dan tata kelola yang ramping.
“Organisasi yang besar tidak boleh terjebak dalam kompleksitas birokrasi internal yang mengaburkan mandat utamanya. Begitu pula dengan GP Ansor,” ujar Amin.
Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Angkatan XI Tahun 2026 digelar di Pesantren Bumi Sholawat Progresif, Sidoarjo, Jawa Timur, pada 6-12 Juli 2027. PKN Angkatan XI Sidoarjo menghadirkan teknokrat, profesional, dan tiga guru besar terkemuka sebagai narasumber yakni Prof. Drs. Ec. Abdul Mongid MA PhD (Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Airlangga), Prof Mas’ud Said MM PhD (Guru Besar Ilmu Pemerintahan & Direktur Pascasarjana UNISMA), dan Prof Dr Widodo SSi MSi PhD (Guru Besar Biologi Molekular & Rektor Universitas Brawijaya).
"Kehadiran para akademisi lintas disiplin ini sengaja dilibatkan untuk memperluas cakrawala berpikir para kader, baik dari aspek manajemen modern, tata kelola pemerintahan, hingga sains global," kata Addin. (jok)