Suara Nahdliyin

Warta

Ribuan Jamaah SerBan Ziarah Syaikhona Kholil, Doakan Muktamar NU di Tambakberas Lancar-Sukses

Ketua Panitia, Muhammad Hajir, mengatakan, agenda tahunan kali ini untuk mendoakan kesuksesan dan kelancaran Muktamar NU di Tambakberas nanti.

13 Juli 2026 08.50
Ribuan Jamaah SerBan Ziarah Syaikhona Kholil,  Doakan Muktamar NU di Tambakberas Lancar-Sukses
Suasana pemberangkatan jamaah Majelis Shalawat Seribu Rebana ziarah ulama dan auliya, Ahad (12/7/2026). (Foto: NU Online Jombangi)

JOMBANG (SuaraNahdliyin.id) - Penetapan lokasi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) disambut dengan antusias oleh warga Jombang. Termasuk ribuan warga anggota Jamaah Shalawat Seribu Rebana (SerBan) Kabupaten Jombang yang memadati lokasi acara Sowan Ulama dan Ziarah Auliya pada Ahad (12/7/2026). Kali ini mereka berziarah ke makam Syaikhona Kholil di Bangkalan.

Acara itu sebenarnya agenda rutin bagi mereka, tapi kali ini jumlah pesertanya membludak lantaran membawa misi khusus untuk mendoakan kelancaran dan kesuksesan Muktamar NU yang akan digelar di Ponpes Tambakberas, Jombang pada 27-31 Agustus 2026 mendatang. Rombongan besar ini bertolak dari lapangan belakang kampus Universitas Pesantren Darul Ulum (Unipdu) menggunakan 71 armada bus, ditambah beberapa mobil pribadi panitia.

Perjalanan ini mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian dengan mengerahkan enam mobil patroli pengawal (patwal) serta dua unit ambulans. Tujuan ziarah kali ini adalah makam Syaikhona Kholil Bangkalan. Selain berziarah, rombongan juga dijadwalkan sowan ke kediaman pengasuh Pondok Pesantren Ibnu Cholil dan pengasuh Pondok Pesantren Nurul Amanah.

Ketua Panitia, Muhammad Hajir, mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang sudah berjalan konsisten sejak tahun 2015. Namun, ada momentum berbeda pada pelaksanaan tahun ini. "Khusus tahun ini termasuk mendoakan demi kesuksesan dan kelancaran Muktamar NU di Tambakberas nanti," kata Hajir.

Hajir mengakui antusiasme masyarakat sangat tinggi, bahkan banyak calon peserta yang terpaksa tidak bisa terakomodasi. Meskipun pendaftaran sudah ditutup, warga masih banyak yang mendaftar ingin ikut ziarah. "Terutama dari desa-desa yang pernah kita tempati sholawatan," tambahnya.

Namun demi kemudahan koordinasi, panitia terpaksa membatasi kuota armada hanya pada 71 bus. Pengasuh Majelis SerBan, KH Nur Hadi (Mbah Bolong), menambahkan, pihaknya menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari pihak kepolisian. "Kapolres Jombang saya pamiti, tapi malah mau ikut membersamai ziarah ke Bangkalan bersama jajarannya," ungkap Mustasyar PCNU Jombang tersebut dikutip dari NU Online Jombang.

Mbah Bolong berharap kondusivitas di Jombang tetap terjaga, terlebih menjelang hajat besar organisasi nanti.

"Dalam waktu dekat Jombang akan menjadi lokasi Muktamar NU, tugas semua pihak dan polisi semoga lancar," imbuhnya.

Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan yang ikut melepas rombongan mengimbau para peserta untuk selalu menjaga ketertiban umum. "Termasuk menjaga kesehatan agar saat pulang nanti tetap sehat semua," tuturnya.

Dukungan senada disampaikan oleh Ketua Majelis Pengasuh Pesantren Darul Ulum Peterongan, KH Cholil Dahlan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga keluhuran niat dalam menghadiri majelis ilmu dan ziarah. "Memang kita harus dekat duduk-duduk dengan ulama, baik yang sudah wafat maupun yang masih hidup. Harus ditata dan dijaga niatnya, mau apa kita mengikuti kegiatan ini," pesan Kiai Cholil.

Ia juga mengingatkan para jamaah untuk tetap realistis menjaga kondisi fisik selama di perjalanan. "Kalau waktunya makan ya makan, kalau mengantuk ya istirahat tidur," katanya berpesan. (jok)