Suara Nahdliyin

Jam'iyyah

PBNU Gagas Pesantrenku Aman Ramah Anak Terbebas dari Kekerasan

BOGOR (SuaraNahdliyin.id) – Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meluncurkan Gerakan Nasional Pesantrenku Aman Ramah Anak, yang digelar di Pesantren Darul Mughn, Bogor, Senin (18/5/2026). Gerakan ini untuk memperkuat perlindun

30 Mei 2026 17.30
upaya-pbnu-wujudkan-pesantren-ramah-anak_1779106763
BOGOR (SuaraNahdliyin.id) – Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meluncurkan Gerakan Nasional Pesantrenku Aman Ramah Anak, yang digelar di Pesantren Darul Mughn, Bogor, Senin (18/5/2026). Gerakan ini untuk memperkuat perlindun

BOGOR (SuaraNahdliyin.id) – Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meluncurkan Gerakan Nasional Pesantrenku Aman Ramah Anak, yang digelar di Pesantren Darul Mughn, Bogor, Senin (18/5/2026). Gerakan ini untuk memperkuat perlindungan anak di lingkungan pesantren.

Program ini diinisiasi RMI PBNU bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait, sebagai bagian dari penguatan komitmen dan sinergi dalam membangun ekosistem pesantren yang aman bagi anak. Gerakan tersebut menjadi langkah bersama untuk memperkuat kebijakan serta mendorong praktik perlindungan anak yang lebih kokoh di lingkungan pesantren.

Sebagai lembaga pendidikan, pengasuhan, dan pembinaan karakter, pesantren dinilai memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya. Karena itu, penguatan pesantren sebagai ruang yang aman, sehat, inklusif, dan ramah bagi tumbuh kembang anak menjadi agenda penting yang perlu didorong secara bersama.

Dalam kesempatan itu, PBNU juga menggelar kegiatan Training of Trainers (ToT) Pencegahan Kekerasan di Pesantren, yang diikuti para pengasuh pesantren dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dalam sambutannya, menyampaikan gerakan ini merupakan upaya bersama dalam membangun komitmen dan memperkuat sinergi kebijakan perlindungan anak di lingkungan pesantren. “Gerakan ini merupakan langkah bersama membangun komitmen, sinergi kebijakan, dan penguatan praktik perlindungan anak di lingkungan pesantren Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua RMI PBNU Kiai Hodri Ariev menuturkan, bahwa peluncuran gerakan tersebut semakin menguatkan berbagai program PBNU dalam kerangka transformasi pesantren.

Ia mengatakan, berbagai inisiatif akan terus diperkuat, di antaranya penguatan kebijakan perlindungan anak di lingkungan pesantren, edukasi mekanisme pengaduan yang aman dan mudah diakses. Pelatihan bagi pengasuh serta tenaga pendidik hingga pelibatan santri, wali santri, dan masyarakat juga perlu diperkuat guna membangun sistem perlindungan anak.

“Program ini akan terus dilanjutkan melalui berbagai inisiatif penguatan perlindungan anak di pesantren agar sistem yang dibangun semakin kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui gerakan tersebut, pesantren diharapkan semakin kokoh menjadi ruang pendidikan yang tidak hanya unggul dalam transmisi ilmu dan pembinaan akhlak, tetapi juga hadir sebagai tempat yang menjamin rasa aman, menjaga martabat, serta memberikan masa depan terbaik bagi setiap anak. nuo/ris