Suara Nahdliyin

Jam'iyyah

PBNU Bakal Perluas Sistem Persuratan Digdaya NU, Sasar 7.000 MWCNU dan 61.000 Ranting se-Indonesia

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, mengatakan bahwa sistem persuratan Digdaya NU akan terus diperluas hingga kepengurusan MWCNU di tingkat kecamatan.

30 Mei 2026 17.30
PBNU Bakal Perluas Sistem Persuratan Digdaya NU, Sasar 7.000 MWCNU dan 61.000 Ranting se-Indonesia
Kantor PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. (Foto: NUO)

SAMARINDA (SuaraNahdliyin.id) - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, mengatakan bahwa sistem persuratan Digdaya NU akan terus diperluas hingga tingkat kepengurusan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan Ranting NU.

Sedikitnya ada 7.000 MWCNU dan 61.000 Ranting NU bakal menjadi sasaran agar dapat mengelola berbagai urusan administrasi organisasi secara daring. Sehingga semua tingkatan kepengurusan NU dapat terhubung dalam satu sistem digital.

"Saat ini PBNU telah menyelesaikan tahap piloting di sejumlah daerah. Nantinya tidak kurang dari 7.000 MWCNU dan 61.000 ranting di seluruh Indonesia akan terhubung di dalam Digdaya NU," ujar Gus Yahya saat peresmian gedung dan Musyawarah Kerja Wilayah II PWNU Kalimantan Timur di Samarinda, Selasa (19/5/2026).

Gus Yahya mengatakan, jika sistem telah menjangkau tingkat ranting, pengurus ranting akan diminta memasukkan data warga NU di wilayah masing-masing. "Data tersebut nantinya dikonsolidasikan dalam satu sistem digital nasional," ucapnya.

Pengasuh Pondok pesantren Raudlatut Thalibin Rembang, Jawa Tengah itu menyebutkan, konsolidasi data itu akan menjadi dasar pengembangan berbagai layanan digital untuk memenuhi kebutuhan warga NU di berbagai sektor.

"Karena hanya dengan cara ini, sebetulnya, dengan cara digital ini kita bisa mengelola Nahdlatul Ulama ini dengan sebaik-baiknya," katanya.

Menurut Gus Yahya, PBNU juga telah menyelesaikan pengembangan mesin kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang akan diintegrasikan ke dalam aplikasi Digdaya untuk mempermudah penggunaan sistem tersebut.

“Hubungan antara PWNU dengan PCNU juga sudah luar biasa lancar sekarang karena terhubung melalui aplikasi digital,” ungkapnya.

Selain Digdaya Persuratan, PBNU juga disebut telah menyelesaikan desain berbagai platform digital lain yang akan saling terintegrasi. Di antaranya, Digdaya Kepengurusan, Digdaya Pesantren, hingga Digdaya Kader yang sudah berjalan.

"Kita nanti punya Digdaya Madrasah, Digdaya Perguruan Tinggi. Kita akan punya Digdaya UMKM, Digdaya Kesehatan yang menyambungkan unit-unit layanan kesehatan kita semuanya. Kita akan punya Digdaya Keuangan dan berbagai macam yang semuanya sekarang sudah ada desainnya, mesinnya sudah ada, tinggal bagaimana menjalankan,” jelasnya.

Gus Yahya menegaskan, organisasi sebesar NU tidak mungkin dikelola secara optimal tanpa dukungan teknologi digital yang terintegrasi. “Mimpinya PBNU adalah membangun semesta digital NU, sehingga semua hajat orang NU semuanya ditampung dan diurus di dalam platform digital itu,” pungkasnya. (nhr)