Religi / Haji & Umrah
Niatnya Umrah Ramadhan, 56 Calon Jamaah Malah Tertipu
Calon jamaah umrah jangan terlalu percaya pada janji-janji biro umrah. 56 calon jamaah ini tertipu gegara termakan rayuan biro umrah.
SURABAYA (SuaraNahdliyin.id) - Masyarakat diimbau cerdas, teliti, kritis, bila mendapat tawaran umrah atau haji. Pasalnya, masih banyak oknum pengumpul calon jamaah umrah atau haji bergentangan mencari mangsa dengan rayuan dan kedok yang semakin canggih.
Bila tidak cerdas, pasti akan tertipu seperti 56 warga Kabupaten Temanggung yang batal menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci. Mereka diduga menjadi korban biro perjalanan umrah Carmilla Salim Mubarok dengan total kerugian mencapai Rp 3 miliar. Kasus tersebut kini mendapat perhatian dari Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Temanggung. Ini bukan kasus pertama di Indonesia, sudah banyak kasus serupa, dan akan ada kasus lagi bila masyarakat tidak cerdas dan kritis saat mendapat tawaran ibadah umrah.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Temanggung Eko Widodo mengatakan, laporan para korban akan diteruskan kepada Direktorat Jenderal Pengawasan untuk ditindaklanjuti.
"Langkah tersebut dilakukan guna memberikan kepastian hukum serta memperjuangkan pengembalian dana para korban," katanya, dikutip dari Antara Jateng, Sabtu (6/6/2026).
Eko menjelaskan, setiap calon jamaah telah menyetorkan biaya perjalanan dengan nilai berkisar Rp 35 juta hingga Rp 45 juta per orang. Berdasarkan keterangan para korban, semula terdapat 80 peserta yang dijadwalkan mengikuti program umrah Ramadan dan Idul Fitri pada Februari 2026. Namun, hanya 24 orang yang akhirnya berangkat ke Tanah Suci. Sementara itu, sebanyak 56 peserta lainnya tidak jadi berangkat. Mereka bahkan sempat ditempatkan di sebuah hotel di Jakarta selama sekitar satu pekan tanpa kepastian mengenai jadwal keberangkatan.
Permasalahan tidak berhenti di situ. Sebanyak 24 jamaah yang telah berada di Arab Saudi juga disebut terlantar lantaran biro perjalanan tidak menyediakan tiket untuk kembali ke Indonesia.
Korban penipuan umrah, Siti Jariyah, mengatakan bahwa banyak peserta tertarik mengikuti program tersebut karena menawarkan kesempatan menjalankan ibadah puasa Ramadan sekaligus berumrah di Tanah Suci. "Ini memang umrah untuk bulan puasa bulan Ramadhan makanya memang kita tertariknya itu daftarnya ingin puasa di sana (Tanah Suci)," ujar keluarga korban, Dewi, dikutip dari Antara. (ant/jok)