Suara Nahdliyin

Jam'iyyah

LAZISNU Gulirkan Program Pembinaan UMKM di Pringsewu Lampung

PRINGSEWU (SuaraNahdliyin.id) - Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PBNU menggulirkan program pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai daerah, salah satunya di Kabupaten Pringsewu, Lampung. Direktur Eksekutif LAZ

30 Mei 2026 17.30
LAZISNU Gulirkan Program Pembinaan UMKM di Pringsewu Lampung
PRINGSEWU (SuaraNahdliyin.id) - Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PBNU menggulirkan program pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai daerah, salah satunya di Kabupaten Pringsewu, Lampung. Direktur Eksekutif LAZ

PRINGSEWU (SuaraNahdliyin.id) - Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PBNU menggulirkan program pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai daerah, salah satunya di Kabupaten Pringsewu, Lampung.

Direktur Eksekutif LAZISNU PBNU, Riri Kariroh, mengatakan program itu dijalankan karena melihat kondisi ekonomi yang penuh tantangan, sehingga membutuhkan gerakan nyata dari lembaga filantropi untuk membantu masyarakat agar tetap mampu bertahan dan berkembang dengan baik.

Ia menjelaskan, program tersebut meliputi pembinaan usaha dan pemberian modal usaha kepada masyarakat. Pembinaan ini akan dimulai dari pendataan, pelatihan dan perubahan mindset, dan pemberian bantuan usaha.

“Pembinaan ini kami tujukan untuk membantu perekonomian masyarakat, terutama pelaku UMKM warga NU. Melalui pembinaan dan pemberian modal, diharapkan masyarakat dapat terbantu dan mampu meningkatkan taraf ekonominya,” ujarnya saat melakukan kunjungan ke LAZISNU Kabupaten Pringsewu, Sabtu (23/5/2026).

Setelah pembinaan tersebut diharapkan pegiat UMKM akan bisa menularkan keberhasilan mereka dengan ikutserta membantu UMKM lainnya. Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan infak dan sedekah dari penghasilan yang didapat untuk diberikan pada UMKM lainnya.

Pada kesempatan tersebut ia mengapresiasi kiprah NU Care-LAZISNU Kabupaten Pringsewu yang dinilai berhasil memaksimalkan gerakan filantropi melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat, termasuk optimalisasi program kotak infak (Koin) NU.

Menurutnya, keberhasilan program filantropi sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat sehingga pengelolaan lembaga harus dilakukan secara profesional dan transparan.

“Kepercayaan masyarakat harus dijaga. Program-program yang ada harus benar-benar dikelola secara maksimal agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Selain membahas penguatan UMKM, pertemuan tersebut juga membicarakan pentingnya inovasi digital dalam penggalangan serta maksimalisasi zakat, infak, dan sedekah. Digitalisasi dinilai telah menjadi sebuah keniscayaan dalam pengembangan filantropi modern.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pringsewu, H. Muhammad Faizin, menyambut baik sinergi antara LAZISNU PBNU dan LAZISNU Kabupaten Pringsewu dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, program-program pemberdayaan UMKM sangat penting untuk membantu warga menghadapi ketidakpastian ekonomi yang saat ini dirasakan di berbagai sektor kehidupan.

Ia berharap seluruh pengurus LAZISNU Kabupaten Pringsewu tetap istiqamah dalam menjalankan khidmah secara profesional dan transparan sehingga kepercayaan masyarakat terus meningkat.

“Kepercayaan menjadi kunci bagi berjalannya program. Karena itu profesionalitas, transparansi, dan amanah harus terus dijaga,” jelasnya pada pertemuan yang dilakukan di Gedung NU Peduli Pringsewu. (nuo)