Aswaja
Khutbah Jumat: Menjaga Kehormatan di Tengah Bebasnya Pergaulan
Salah satu prinsip yang dijunjung Islam untuk menjaga kehormatan manusia adalah membatasi pergaulan dengan lawan jenis yang tidak terikat hubungan mahram maupun pernikahan. Dasar ini merupakan bagian dari tujuan syariat Islam, yakni hifzul 'ird, atau menjaga k
Salah satu prinsip yang dijunjung Islam untuk menjaga kehormatan manusia adalah membatasi pergaulan dengan lawan jenis yang tidak terikat hubungan mahram maupun pernikahan. Dasar ini merupakan bagian dari tujuan syariat Islam, yakni hifzul 'ird, atau menjaga kehormatan diri.
Khutbah Jumat berikut mengangkat tema: " Menjaga Kehormatan di Tengah Bebasnya Pergaulan ." Untuk mencetak naskah ini, silakan klik ikon print berwarna merah di bagian atas atau bawah artikel (khusus tampilan desktop). Semoga bermanfaat.
Khutbah I
الْØÙŽÙ…ْد٠للهÙ. الْØÙŽÙ…ْد٠لله٠الَّذÙيْ أَمَرَنَا Ø¨ÙØ§Ù„تَّقْوَى وَالْعَÙَاÙÙ ÙˆÙŽØ§Ù„Ù’Ø¥ÙØ³Ù’تÙÙ‚ÙŽØ§Ù…ÙŽØ©ÙØŒ وَنَهَانَا Ø¹ÙŽÙ†Ù Ø§Ù„Ù’Ø¥ÙØ±Ù’تÙكَاب٠الْÙَوَاØÙش٠وَالْمÙنْكَرÙ, وَأَشْهَد٠أَنْ لَا Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‡ÙŽ Ø¥Ùلَّا الله٠وَØÙ’دَه٠لَا شَرÙيْكَ Ù„ÙŽÙ‡Ù, وَأَشْهَد٠أَنَّ سَيÙّدَنَا Ù…ÙØÙŽÙ…ÙŽÙ‘Ø¯Ù‹Ø§ عَبْدÙه٠وَرَسÙوْلÙÙ‡Ù. اللَّهÙÙ…ÙŽÙ‘ صَلÙÙ‘ وَسَلÙّمْ وَبَارÙكْ عَلَى سَيÙّدÙنَا Ù…ÙØÙŽÙ…ÙŽÙ‘Ø¯Ù ÙˆÙŽØ¹ÙŽÙ„ÙŽÙ‰ أَل٠سَيÙّدÙنَا Ù…ÙØÙŽÙ…ÙŽÙ‘Ø¯Ù ØµÙŽÙ„ÙŽØ§Ø©Ù‹ وَسَلَامًا Ù…ÙØªÙŽÙ„َازÙمَيْن٠إÙÙ„ÙŽÙ‰ يَوْم٠الدÙّيْن٠أَمَّا بَعْدÙ, ÙَيَاأَيÙّهَا الْØÙŽØ§Ø¶ÙرÙوْنَ Ø§ÙØªÙŽÙ‘Ù‚Ùوا اللهَ ØÙŽÙ‚ÙŽÙ‘ تÙقَاتÙه٠وَلَا تَمÙوْتÙÙ†ÙŽÙ‘ اÙلَّا وَأَنْتÙمْ Ù…ÙØ³Ù’Ù„ÙÙ…Ùوْنَ. قَالَ الله٠تَعَالَى ÙÙÙŠ Ø§Ù„Ù’Ù‚ÙØ±Ù’اٰن٠الْعَظÙيْمÙ. أَعÙÙˆÙ’Ø°Ù Ø¨ÙØ§Ù„له٠مÙÙ†ÙŽ الشَّيْطَان٠الرَّجÙÙŠÙ’Ù…Ù Ø¨ÙØ³Ù’م٠الله٠الرَّØÙ’مٰن٠الرَّØÙيْمÙ: وَلَا تَقْرَبÙوا الزÙّنٰىٓ اÙنَّهٗ كَانَ ÙَاØÙشَةًۗ وَسَاۤءَ سَبÙيْلًا
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,
Sebagai pembuka khutbah Jumat kali ini, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah yang telah melimpahkan begitu banyak kenikmatan kepada kita semua.
Shalawat serta salam, marilah kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Saw, beserta keluarga dan para sahabatnya, dan semoga limpahan rahmat itu sampai pula kepada kita selaku umatnya. Aamiiin ya Rabbal 'alamin.
Khatib pun mengajak jamaah sekalian, sekaligus mengingatkan diri sendiri, agar kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah, yaitu dengan sungguh-sungguh menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Allah Taala berfirman:
يٰٓاَيÙّهَا الَّذÙيْنَ اٰمَنÙوا اتَّقÙوا اللّٰهَ ØÙŽÙ‚ÙŽÙ‘ تÙقٰىتÙهٖ وَلَا تَمÙوْتÙÙ†ÙŽÙ‘ اÙلَّا وَاَنْتÙمْ Ù…ÙّسْلÙÙ…Ùوْنَ
Artinya: “ Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim ." (Qs. Ali-Imran: 102).
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,
Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi kehormatan manusia. Hal ini terbukti dari salah satu tujuan syariat Islam, yang dikenal dengan istilah maqashid syariah, yaitu hifzul 'ird atau menjaga kehormatan. Dari prinsip inilah kemudian lahir berbagai hukum yang mengatur baik laki-laki maupun perempuan agar senantiasa menjaga kehormatan dirinya sebagai manusia.
Oleh karena itu, Islam mengatur dengan sangat ketat hubungan antara lawan jenis. Terlebih di zaman seperti sekarang, di mana nilai dan moral terus mengalami pergeseran. Laki-laki dan perempuan yang tidak memiliki ikatan mahram maupun pernikahan kini begitu mudah berinteraksi, baik melalui dunia maya maupun dunia nyata.
Contoh nyatanya bisa kita lihat di lingkungan kerja, perkantoran, bahkan di dunia pendidikan. Interaksi antara lawan jenis yang tidak terkendali telah menjadi kekhawatiran serius, karena tidak ada batasan yang jelas di dalamnya.
Belum lagi kini marak bermunculan aplikasi kencan atau dating yang mempertemukan laki-laki dan perempuan melalui dunia maya. Semua itu sesungguhnya merupakan pintu-pintu yang membuka jalan menuju perzinaan, yang pada akhirnya merusak kehormatan manusia. Allah berfirman dalam surat Al-Isra ayat 32:
وَلَا تَقْرَبÙوا الزÙّنٰىٓ اÙنَّهٗ كَانَ ÙَاØÙشَةًۗ وَسَاۤءَ سَبÙيْلًا
Artinya: “Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya (zina) itu adalah perbuatan keji dan jalan terburukâ€. (Qs. Al-Isra: 32)
Pada ayat tersebut, Allah tidak berfirman "janganlah kalian berzina", melainkan melarang untuk bahkan mendekati perzinahan. Ini menunjukkan betapa tegasnya larangan Allah dalam perkara zina. Larangan ini juga menjadi pengajaran agar kita senantiasa berhati-hati dan tidak sampai terjerumus ke dalam keburukan zina.
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,
Dalam Tafsir At-Tahrir wat Tanwir, juz 15, halaman 90, Ibnu Asyur menjelaskan bahwa Islam begitu keras menjaga umatnya dari perzinaan karena zina membawa banyak dampak negatif. Salah satu dampak yang paling serius adalah tersia-sianya nasab dan keturunan yang lahir dari hubungan tersebut. Ibnu Asyur berkata:
وَعÙÙ†ÙŽØ§ÙŠÙŽØ©Ù Ø§Ù„Ù’Ø¥ÙØ³Ù’Ù„ÙŽØ§Ù…Ù Ø¨ÙØªÙŽØÙ’Ø±Ùيم٠الزÙّنَى Ù„ÙØ£ÙŽÙ†ÙŽÙ‘ ÙÙÙŠÙ‡Ù Ø¥ÙØ¶ÙŽØ§Ø¹ÙŽØ©ÙŽ Ø§Ù„Ù†ÙŽÙ‘Ø³ÙŽØ¨Ù ÙˆÙŽØªÙŽØ¹Ù’Ø±Ùيضَ النَّسْل٠لÙلْإÙهْمَال٠إÙنْ كَانَ الزÙّنَى Ø¨ÙØºÙŽÙŠÙ’Ø±Ù Ù…ÙØªÙŽØ²ÙŽÙˆÙّجَة٠وَهÙÙˆÙŽ خَلَلٌ عَظÙيمٌ ÙÙÙŠ Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ¬Ù’تَمَعÙ
Artinya: “ Perhatian Islam terhadap pengharaman zina adalah karena perbuatan ini mengakibatkan hilangnya nasab dan terlantarnya keturunan yang lahir akibat hubungan intim ilegal, apabila zina itu dilakukan dengan perempuan yang tidak bersuami. Hal ini merupakan kerusakan yang sangat besar dalam tatanan masyarakat â€.
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,
Semua ketentuan syariat dalam Islam bukan bermaksud mengekang atau membatasi kita dalam bergaul dan berinteraksi. Termasuk dalam hal hubungan dengan lawan jenis yang tidak terikat mahram maupun pernikahan. Sebab interaksi yang tidak terkendali dengan lawan jenis merupakan pintu yang bisa mengantarkan seseorang menuju perzinaan.
Salah satu adab yang diajarkan Allah terkait interaksi antara laki-laki dan perempuan adalah menjaga pandangan terhadap lawan jenis. Allah berfirman:
Ù‚Ùلْ Ù„ÙÙ‘Ù„Ù’Ù…ÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†Ùيْنَ ÙŠÙŽØºÙØ¶Ùّوْا Ù…Ùنْ اَبْصَارÙÙ‡Ùمْ ÙˆÙŽÙŠÙŽØÙ’ÙَظÙوْا ÙÙØ±ÙوْجَهÙمْۗ ذٰلÙÙƒÙŽ اَزْكٰى Ù„ÙŽÙ‡Ùمْۗ اÙÙ†ÙŽÙ‘ اللّٰهَ خَبÙيْرٌۢ بÙمَا يَصْنَعÙوْنَ ÙˆÙŽÙ‚Ùلْ Ù„ÙÙ‘Ù„Ù’Ù…ÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†Ù°ØªÙ ÙŠÙŽØºÙ’Ø¶ÙØ¶Ù’Ù†ÙŽ Ù…Ùنْ اَبْصَارÙÙ‡ÙÙ†ÙŽÙ‘ ÙˆÙŽÙŠÙŽØÙ’Ùَظْنَ ÙÙØ±ÙوْجَهÙÙ†ÙŽÙ‘
Artinya: " Katakanlah kepada laki-laki yang beriman hendaklah mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya. Demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada para perempuan yang beriman hendaklah mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya ." (QS. An-Nur: 30-31)
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,
Ayat di atas merupakan perintah Allah kepada umat Islam untuk menjaga pandangan terhadap lawan jenis. Yang dimaksud menjaga pandangan di sini adalah tidak memandang lawan jenis tanpa ada keperluan yang jelas.
Namun, apabila terdapat kebutuhan, misalnya untuk keperluan transaksi, pengobatan, atau hal-hal lain yang memang diperlukan, maka hal itu diperbolehkan. Hanya saja, tetap sebatas memenuhi kebutuhan tersebut, tidak lebih.
Sebagaimana yang disampaikan Syekh Muhammad bin Qosim Al-Ghazi dalam kitabnya Fathul Qorib al-Mujib halaman 225:
Ø£ÙŽØÙŽØ¯Ùهَا نَظَرÙه٠وَلَوْ كَانَ شَيْخًا هَرَمًا Ø¹ÙŽØ§Ø¬ÙØ²Ù‹Ø§ عَن٠الْوَطْء٠(Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‰ أَجْنَبÙÙŠÙŽÙ‘Ø©Ù Ù„ÙØºÙŽÙŠÙ’ر٠ØÙŽØ§Ø¬ÙŽØ©Ù) Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‰ نَظَرÙهَا (ÙÙŽØºÙŽÙŠÙ’Ø±Ù Ø¬ÙŽØ§Ø¦ÙØ²Ù)Ø› ÙÙŽØ¥Ùنْ كَانَ Ø§Ù„Ù†ÙŽÙ‘Ø¸ÙŽØ±Ù Ù„ÙØÙŽØ§Ø¬ÙŽØ©Ù ÙƒÙŽØ´ÙŽÙ‡ÙŽØ§Ø¯ÙŽØ©Ù Ø¹ÙŽÙ„ÙŽÙŠÙ’Ù‡ÙŽØ§ جَازَ
Artinya: " Tidak diperbolehkan bagi seorang laki-laki, meskipun ia sudah tua renta dan tidak lagi mampu berhubungan suami-istri, untuk memandang perempuan ajnabi, yaitu perempuan yang bukan mahram dan tidak terikat pernikahan dengannya, tanpa ada keperluan. Namun, apabila ada keperluan, seperti menjadi saksi atasnya, maka hal itu diperbolehkan ."
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,
Di dunia kerja, baik di lingkungan industri, perkantoran, maupun sejenisnya, interaksi antara lawan jenis sudah menjadi bagian dari keseharian. Begitu pula di dunia pendidikan, pergaulan antara laki-laki dan perempuan tanpa ikatan telah menjadi hal yang dianggap lumrah.
Dalam situasi seperti ini, Islam hadir memberikan panduan dan adab dalam berinteraksi antara laki-laki dan perempuan, sebagai rem agar kita tidak terjerumus ke dalam keburukan zina. Karena itu, dibutuhkan kesadaran dari setiap individu untuk menerapkan batasan dalam bergaul dengan lawan jenis, sesuai dengan norma yang telah Islam ajarkan.
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,
Adapun bagi dunia pendidikan, para guru, lembaga pendidikan, serta orang tua di rumah, pendidikan tentang batasan pergaulan dapat menjadi bagian dari solusi, agar anak-anak dapat memahami dan menerapkan batasan tersebut sejak dini.
Sebagai penutup khutbah ini, marilah kita jaga diri dan keluarga kita agar tidak terjerumus ke dalam keburukan zina, dengan mengajarkan sejak dini kepada mereka tentang batasan interaksi antara laki-laki dan perempuan. Semoga Allah senantiasa melindungi kita semua dari dosa perzinahan. Aamiin ya Rabbal Alamin.
بَارَكَ الله٠لÙيْ ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙƒÙمْ ÙÙÙŠ Ø§Ù„Ù’Ù‚ÙØ±Ù’اٰن٠الْعَظÙيْم٠وَنَÙَعَنÙÙŠ وَاÙيَّاكÙمْ بÙمَا ÙÙيْه٠مÙÙ†ÙŽ الْاٰيَات٠وَالذÙّكْر٠الْØÙŽÙƒÙيْم٠وَتَقَبَّلَ Ù…ÙÙ†Ùّيْ ÙˆÙŽÙ…ÙنْكÙمْ تÙلَاوَتَه٠اÙنَّه٠هÙÙˆÙŽ السَّمÙيْع٠الْعَلÙيْمÙ. وَأَسْتَغْÙÙØ±Ù اللهَ الْعَظÙيْمَ Ù„Ùيْ ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙƒÙمْ ÙˆÙŽÙ„ÙØ³ÙŽØ§Ø¦ÙØ±Ù Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ³Ù’Ù„ÙÙ…Ùيْنَ ÙˆÙŽØ§Ù„Ù’Ù…ÙØ³Ù’Ù„Ùمَات٠Ùَيَا Ùَوْزَ Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ³Ù’تَغْÙÙØ±Ùيْنَ وَيَا نَجَاةَ Ø§Ù„ØªÙŽÙ‘Ø§Ø¦ÙØ¨Ùيْنَ
Khutbah II
الْØÙŽÙ…ْد٠لÙله٠الَّذÙيْ أَمَرَ Ø¹ÙØ¨ÙŽØ§Ø¯ÙŽÙ‡Ù Ø¨ÙØ§Ù„ْخَيْر٠وَØÙŽØ°ÙŽÙ‘رَهÙمْ Ù…ÙÙ†ÙŽ الشَّرÙÙ‘ØŒ Ù†ÙŽØÙ’مَدÙÙ‡Ù Ø³ÙØ¨Ù’ØÙŽØ§Ù†ÙŽÙ‡Ù عَلَى Ù†ÙØ¹ÙŽÙ…ÙÙ‡Ù Ø§Ù„Ø¸ÙŽÙ‘Ø§Ù‡ÙØ±ÙŽØ©Ù وَالْبَاطÙÙ†ÙŽØ©ÙØŒ وَنَسْتَغْÙÙØ±ÙÙ‡Ù Ù…ÙÙ†ÙŽ الذÙّنÙÙˆÙ’Ø¨Ù ÙˆÙŽØ§Ù„Ø²ÙŽÙ‘Ù„ÙŽÙ‘Ø§ØªÙØŒ وَنَعÙÙˆÙ’Ø°Ù Ø¨ÙØ§Ù„له٠مÙنْ عَمَل٠لَا ÙŠÙØ±Ù’ضÙيْهÙ. وَأَشْهَد٠أَنْ لَا Ø¥ÙÙ„ÙŽÙ‡ÙŽ Ø¥Ùلَّا الله٠وَØÙ’دَه٠لَا شَرÙيْكَ لَه٠وَأَشْهَد٠أَنَّ Ù…ÙØÙŽÙ…ÙŽÙ‘Ø¯Ù‹Ø§ عَبْدÙه٠وَرَسÙوْلÙÙ‡Ù. اللَّهÙÙ…ÙŽÙ‘ صَلÙÙ‘ وَسَلÙّمْ وَبَارÙكْ عَلَى سَيÙّدÙنَا Ù…ÙØÙŽÙ…ÙŽÙ‘Ø¯ÙØŒ وَعَلَى آلÙه٠وَصَØÙ’بÙه٠أَجْمَعÙيْنَ. أَمَّا بَعْدÙ. ÙَيَاأَيÙّهَا النَّاس٠أÙوْصÙيْكÙمْ ÙˆÙŽÙ†ÙŽÙْسÙيْ Ø¨ÙØªÙŽÙ‚ْوَى الله٠Ùَقَدْ Ùَازَ Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØªÙŽÙ‘Ù‚Ùوْنَ. Ùَقَالَ الله٠تَعَالَى اÙÙ†ÙŽÙ‘ اللهَ وَمَلَائÙÙƒÙŽØªÙŽÙ‡Ù ÙŠÙØµÙŽÙ„Ùّوْنَ عَلَى النَّبÙÙŠÙÙ‘ يٰأَيÙّهَا الَّذÙيْنَ أٰمَنÙوْا صَلÙّوْا عَلَيْه٠وَسَلÙّمÙوْا تَسْلÙيْمًا
اَللّٰهÙÙ…ÙŽÙ‘ صَلÙÙ‘ وَسَلÙّمْ عَلٰى سَيÙّدÙنَا Ù…ÙØÙŽÙ…ÙŽÙ‘Ø¯Ù ÙˆÙŽØ¹ÙŽÙ„Ù°Ù‰ أٰل٠سَيÙّدÙنَا Ù…ÙØÙŽÙ…ÙŽÙ‘Ø¯Ù ÙƒÙŽÙ…ÙŽØ§ صَلَّيْتَ عَلٰى سَيÙّدÙنَا Ø§ÙØ¨Ù’رَاهÙيْمَ وَعَلٰى اٰل٠سَيÙّدÙنَا Ø§ÙØ¨Ù’رَاهÙيْمَ وَبَارÙكْ عَلٰى سَيÙّدÙنَا Ù…ÙØÙŽÙ…ÙŽÙ‘Ø¯Ù ÙˆÙŽØ¹ÙŽÙ„Ù°Ù‰ اٰل٠سَيÙّدÙنَا Ù…ÙØÙŽÙ…ÙŽÙ‘Ø¯Ù ÙƒÙŽÙ…ÙŽØ§ بَارَكْتَ عَلٰى سَيÙّدÙنَا Ø§ÙØ¨Ù’رَاهÙيْمَ وَعَلٰى اٰل٠سَيÙّدÙنَا Ø§ÙØ¨Ù’رَاهÙيْمَ ÙÙÙŠ الْعَالَمÙيْنَ اÙنَّكَ ØÙŽÙ…Ùيْدٌ مَجÙيْدٌ. اَللّٰهÙÙ…ÙŽÙ‘ وَارْضَ عَن٠الْخÙÙ„ÙŽÙÙŽØ§Ø¡Ù Ø§Ù„Ø±ÙŽÙ‘Ø§Ø´ÙØ¯Ùيْنَ. وَعَنْ اَصْØÙŽØ§Ø¨Ù نَبÙÙŠÙّكَ اَجْمَعÙيْنَ. ÙˆÙŽØ§Ù„ØªÙŽÙ‘Ø§Ø¨ÙØ¹Ùبْنَ ÙˆÙŽØªÙŽØ§Ø¨ÙØ¹Ù Ø§Ù„ØªÙŽÙ‘Ø§Ø¨ÙØ¹Ùيْنَ ÙˆÙŽØªÙŽØ§Ø¨ÙØ¹ÙÙ‡Ùمْ اÙلٰى يَوْم٠الدÙّيْنÙ.
اَللّٰهÙÙ…ÙŽÙ‘ اغْÙÙØ±Ù’ Ù„ÙÙ„Ù’Ù…ÙØ³Ù’Ù„ÙÙ…Ùيْنَ ÙˆÙŽØ§Ù„Ù’Ù…ÙØ³Ù’Ù„ÙÙ…ÙŽØ§ØªÙ ÙˆÙŽØ§Ù„Ù’Ù…ÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†Ùيْنَ ÙˆÙŽØ§Ù„Ù’Ù…ÙØ¤Ù’Ù…ÙنَاتÙ. اَللّٰهÙÙ…ÙŽÙ‘ ادْÙَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعÙوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْÙÙØªÙŽÙ†ÙŽ Ù…ÙŽØ§ لَا يَدْÙَعÙه٠غَيْرÙÙƒÙŽ عَنْ بَلَدÙنَا هٰذَا اÙنْدÙوْنÙيْسÙيَّا خَاصَّةً وَعَنْ Ø³ÙŽØ§Ø¦ÙØ±Ù بÙÙ„ÙŽØ§Ø¯Ù Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ³Ù’Ù„ÙÙ…Ùيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمÙيْنَ. رَبَّنَا اٰتÙنَا ÙÙÙŠ الدÙّنْيَا ØÙŽØ³ÙŽÙ†ÙŽØ©Ù‹ ÙˆÙŽÙÙÙŠ Ø§Ù„Ù’Ø§Ù°Ø®ÙØ±ÙŽØ©Ù ØÙŽØ³ÙŽÙ†ÙŽØ©Ù‹ ÙˆÙŽÙ‚Ùنَا عَذَابَ النَّارÙ.Ø¹ÙØ¨ÙŽØ§Ø¯ÙŽ Ø§Ù„Ù„Ù‡Ù Ø§ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللهَ ÙŠÙŽØ£Ù’Ù…ÙØ±Ù Ø¨ÙØ§Ù„Ù’Ø¹ÙŽØ¯Ù’Ù„Ù ÙˆÙŽØ§Ù„Ù’Ø§ÙØÙ’Ø³ÙŽØ§Ù†Ù ÙˆÙŽÙŠÙŽÙ†Ù’Ù‡ÙŽÙ‰ عَن٠الْÙÙŽØÙ’شَاء٠وَالْمÙنْكَر.Ù ÙŠÙŽØ¹ÙØ¸ÙÙƒÙمْ لَعَلَّكÙمْ تَذَكَّرÙوْنَ. ÙÙŽØ§Ø°Ù’ÙƒÙØ±Ùوا اللهَ الْعَظÙيْمَ ÙŠÙŽØ°Ù’ÙƒÙØ±Ù’ÙƒÙمْ ÙˆÙŽØ§Ø´Ù’ÙƒÙØ±Ùوْه٠عَلٰى Ù†ÙØ¹ÙŽÙ…ÙÙ‡Ù ÙŠÙŽØ²ÙØ¯Ù’ÙƒÙمْ وَلَذÙكْر٠الله٠اَكْبَرÙ
Alwi Jamalulel Ubab , Penulis Tinggal di Indramayu
Source link