Jam'iyyah
Ketum PBNU Terima Kunjungan Senator Malaysia, Jalin Kerja Sama Ekonomi Syariah
JAKARTA (SuaraNahdliyin.id) - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menerima kunjungan delegasi Malaysia yang dipimpin Senator Dewan Negara Malaysia, Mujahid bin Yusof Rawa, di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Ju
JAKARTA (SuaraNahdliyin.id) - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menerima kunjungan delegasi Malaysia yang dipimpin Senator Dewan Negara Malaysia, Mujahid bin Yusof Rawa, di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2026) malam.
Pertemuan itu sebagai penguatan kerja sama Indonesia-Malaysia di bidang ekonomi syariah, yang lberpotensi besar membuka lapangan kerja baru di kawasan Asia Tenggara.
Gus Yahya, sapaan karib KH Yahya Cholil Staquf, menekankan bahwa kekuatan basis masyarakat Nahdlatul Ulama hingga tingkat desa menjadi modal strategis untuk menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional maupun regional.
“Basis massa NU yang luas hingga tingkat desa menjadi modal penting untuk mendukung berbagai agenda strategis pemerintah sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi baru di masyarakat,†ujar Gus Yahya.
Pengasuh Pondok Raudlatut Thalibin Rembang, Jawa Tengah itu menegaskan, kerja sama ekonomi syariah Indonesia-Malaysia tidak hanya berhenti pada hubungan antarnegara.
“Kerja sama ini iarahkan untuk membangun kolaborasi langsung di tingkat masyarakat melalui pendekatan grassroots economy ,†ucapnya.
PBNU bersama mitra dari Malaysia akan mengembangkan berbagai program kolaboratif, mulai dari produksi pangan, pembinaan UKM, peningkatan literasi bisnis internasional, hingga penguatan investasi masyarakat berbasis syariah.
Sementara itu, Senator Malaysia Mujahid bin Yusof Rawa, menilai bahwa kawasan Asia Tenggara memiliki modal besar untuk menjadi kekuatan ekonomi baru dunia karena stabilitas kawasan yang relatif terjaga serta keberagaman budaya yang menjadi peluang besar bagi pengembangan bisnis halal.
“Langkah berikutnya, kita perlu mengubah stabilitas kawasan menjadi kesejahteraan ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat luas. Kita mau mengangkat peace ini kepada prosperity , kesejahteraan ekonomi dan masyarakat,†tuturnya. (nhr)