Suara Nahdliyin

Jam'iyyah

Jelang Muktamar NU, Gus Yahya Dikawal Kiai Sepuh Safari ke Kaltim dan Sulsel

Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf saat di Samarinda, Kaltim. (Foto: @tvnu.id) SAMARINDA (SuaraNahdliyin.id) - Setelah berkunjung ke Madura, Jawa Timur dan sejumlah daerah lain, kini Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf melakukan safari ke Samarinda, Kaliman

30 Mei 2026 17.30
Screenshot 2026-05-19 224151
Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf saat di Samarinda, Kaltim. (Foto: @tvnu.id) SAMARINDA (SuaraNahdliyin.id) - Setelah berkunjung ke Madura, Jawa Timur dan sejumlah daerah lain, kini Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf melakukan safari ke Samarinda, Kaliman

Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf saat di Samarinda, Kaltim. (Foto: @tvnu.id)

SAMARINDA (SuaraNahdliyin.id) - Setelah berkunjung ke Madura, Jawa Timur dan sejumlah daerah lain, kini Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf melakukan safari ke Samarinda, Kalimantan Timur dan Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (19/05/2026). Agenda ini dilaksanakan untuk konsolidasi menjelang Muktamar ke-35 NU.

Safari Gus Yahya kali ini dikawal langsung oleh sejumlah kiai sepuh NU. Tentu, hal ini menjadi sinyal kuat bahwa Gus Yahya tetap menjadi kepercayaan tokoh sepuh untuk memimpin NU di tengah berbagai fitnah yang menerpa belakangan ini.

Di antara tokoh sepuh NU itu, meliputi, Rais PWNU DKI Jakarta KH Muhyidin Ishaq, Rais PWNU Jateng KH Ubaidullah Shodaqoh, Rais PBNU KH Muhib Aman Aly, Katib PBNU KH Athoillah Sholahuddin Anwar dari Pesantren Lirboyo Jawa Timur, serta kiai sepuh Jatim lain seperti KH Imron Mutamakkin Pasuruan.

Kehadiran Gus Yahya ke Kalimantan Timur untuk meresmikan Gedung PWNU Kaltim di Jalan Imam Bonjol No. 7 Samarinda. Peresmian gedung itu dirangkai dengan penutupan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) II PWNU Kaltim Masa Khidmat 2023–2028.

Dalam kesempatan itu, Gus Yahya menyampaikan bahwa kehadirannya adalah untuk mengawal silaturahmi para kiai syuriah PBNU dengan kader NU se-Kalimantan. Menurutnya, kehadiran kiai sepuh di Kalimantan dan Makassar menjadi pengingat bahwa ikhtiar organisasi tidak boleh lepas dari nilai-nilai keulamaan.

"Kita boleh berikhtiar di berbagai bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan lain-lain, namun harus ingat bahwa NU didirikan di atas nilai-nilai keulamaan," ucap Gus Yahya.

Gus Yahya berpesan agar keberadaan gedung baru tersebut benar-benar dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan organisasi dan umat seperti fasilitas kegiatan sosial, pendidikan, kaderisasi hingga pelayanan umat yang dapat dirasakan masyarakat luas.

"Keberadaan gedung Kantor PWNU Kaltim memiliki fungsi utama sebagai penanda kehadiran organisasi di tengah masyarakat Kaltim," kata Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang, Jawa Tengah ini.

Kehadiran para kiai sepuh ini dinilai sebagai sinyal dukungan terhadap pencalonan Gus Yahya sebagai Calon Ketua Umum PBNU untuk periode kedua pada Muktamar ke-35 NU mendatang.

Sebelumnya, gelombang dukungan kepada Gus Yahya untuk kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU muncul dari Pulau Madura. Cicit Syaikhona Kholil Bangkalan, KH Imam Bukhori Cholil, berpesan agar Gus Yahya melanjutkan ke periode kedua.

"Saya pikir visi Gus Yahya soal DIGDAYA perlu dilanjutkan pada periode kedua," tegas KH Imam Bukhori saat safari Gus Yahya ke Madura.

Dari ujung Timur Madura, dukungan dari warga di akar rumput juga muncul. Rais MWCNU Pragaan, Sumenep, KH Abd Warist Anwar, berharap agar Gus Yahya dapat melanjutkan di periode kedua memimpin PBNU.

"Alasannya karena di bawah Gus Yahya sistem dan tata kelola organisasi semakin maju," ucapnya kala itu. (nhr)