Suara Nahdliyin

Warta / Internasional

Iran Beri Kesempatan Pertama Delegasi RI Beri Penghormatan Ali Khamenei

Menlu Sugiono mengatakan, pertemuannya dengan Menlu Iran dilakukan bersamaan kehadirannya dan Ketua MPR beserta ulama pada rangkaian acara pemakaman dan penghormatan ke Ayatollah Ali Khamenei.

11 Juli 2026 06.30
Iran Beri Kesempatan Pertama Delegasi RI Beri Penghormatan Ali Khamenei
Menlu Sugiono bertemu Menteri Luar Negeri Iran, Y.M. Seyyed Abbas Araghchi. (Foto: Instagram @menluri)

TEHERAN (SuaraNahdliyin.id) - Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, bertemu Menteri Luar Negeri Iran, Y.M. Seyyed Abbas Araghchi, di sela kunjungan untuk takziyah dan menyampaikan belasungkawa atas wafatnya almarhum mantan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei di Mashhad, Iran. Kunjungan Menlu Sugiono sebagai utusan khusus Presiden Prabowo Subianto mewakili bangsa Indonesia itu didampingi Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), dan Ketua PP Muhammadiyah Syafiq Mughni. Delegasi Indonesia menjadi perwakilan negara asing resmi pertama yang memberikan penghormatan di prosesi pemakaman Ali Khamenei. Hal ini sekaligus menunjukkan kedekatan Pemerintah Iran dan Indonesia yang mengiriman utusan khusus pejabat tinggi negara dan ulama.

"Melakukan kunjungan kerja ke Mashhad, Republik Islam Iran, dan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran, Y.M. Seyyed Abbas Araghchi. Kami menegaskan komitmen untuk terus memperkuat hubungan Indonesia–Iran melalui peningkatan kerja sama yang lebih konkret di berbagai bidang prioritas," kata Menlu Sugiono dikutip dari akun Instagram resminya, @menluri, Sabtu (11/7/2026) pagi.

Menlu mengatakan, dalam kesempatan itu pihaknya juga bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi regional dan global, serta menegaskan pentingnya penyelesaian berbagai konflik melalui dialog, diplomasi, penghormatan terhadap kedaulatan negara, dan hukum internasional.

"Pertemuan tersebut dilakukan bersamaan dengan kehadiran saya dan Ketua MPR RI beserta delegasi ulama Indonesia pada rangkaian acara pemakaman dan penghormatan terakhir kepada Y.M. Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran. Delegasi Indonesia menjadi delegasi resmi pertama yang melakukan penghormatan di makam almarhum di Imam Reza Shrine, Mashhad," kata Menlu Sugiono.

Seperti diberitakan SuaraNahdliyin.id, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyatakan, dirinya bersama Delegasi Indonesia lain yakni Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Prof. Dr. Syafiq A. Mughni terbang menuju Teheran, Iran, Jumat (10/7/2026), untuk memenuhi penugasan dari Presiden RI Bapak Prabowo Subianto. Kehadiran Delegasi Indonesia ini adalah tugas negara sekaligus wujud takziyah dan belasungkawa mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Sayyid Ali Khamenei.

"Memenuhi penugasan dari Presiden RI Bapak Prabowo Subianto, dini hari ini (10/7) kami bertolak menuju Teheran, Iran, tergabung dalam Delegasi Indonesia bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Prof. Dr. Syafiq A. Mughni," kata Gus Yahya.

Menurut Ketua Umum PBNU, kehadiran ini adalah tugas negara sekaligus wujud takziyah dan belasungkawa mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei. "Mohon doa restu dari segenap warga Nahdliyin dan seluruh masyarakat Indonesia agar perjalanan delegasi ini diberikan kelancaran, keselamatan," lanjut Gus Yahya dalam postingan yang disertai foto dirinya dan tiga anggota delegasi lain.

Postingan itu langsung dibanjiri like dari para netizen dan banyak komentar yang sebagian besar mendoakan agar perjalanan lancar serta memuji misi delegasi Indonesia ke Iran, khususnya mendukung diplomasi internasional yang dilakukan Gus Yahya selaku Ketua Umum PBNU.

Prosesi pemakaman yang berlangsung Jumat (10/7/2026), menurut Otoritas Iran, dihadiri 41-43 juta orang. Laporan tersebut diwartakan oleh media Iran, Press TV, mengutip Fars News Agency. Jumlah itu setara hampir seluruh populasi Iran sebanyak 93 juta jiwa. Rangkaian upacara pemakaman ini berlangsung selama enam hari di lima kota, yaitu Teheran, Qom, dan Mashhad di Iran, serta Najaf dan Karbala di Irak.

Selain Ali Khamenei, korban yang turut gugur akibat serangan Amerika dan Israel adalah putri sang pemimpin tertinggiIran, cucu perempuannya yang berusia 14 bulan, menantu laki-lakinya, serta istri dari Pemimpin baru Iran saat ini, Ayatollah Mojtaba Khamenei. Upacara pemakaman sendiri dimulai sejak Jumat (3/7/2026) pekan lalu dengan dihadiri pejabat politik dari lebih 45 negara dan pemuka agama dari 90 negara, termasuk dari Indonesia Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Ketua PP Muhammadiyah Syafiq Mughni.

Jenazah pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad. Pemakaman dilakukan setelah rangkaian prosesi upacara dalam sepekan terakhir. Peti mati Khamenei yang ditutupi bendera Iran dibawa ke kompleks makam Imam Reza di Kota Mashhad, di bagian timur Iran. Lautan orang menunggu di luar dan melantunkan doa-doa. "Jenazah pemimpin Revolusi Islam yang gugur itu dimakamkan di aula peringatan Makam Imam Reza," bunyi laporan stasiun televisi pemerintah IRIB, dilansir dari AFP, Jumat (10/7/2026). (jok)