Suara Nahdliyin

Jam'iyyah / Banom

Gubernur Maluku Utara Gandeng Fatayat NU Dorong Pertumbuhan Ekonomi Merata

Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk membangun perekonomian rakyat. Hal ini dilakukan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dengan menggandeng Banom NU termasuk Fatayat NU.

17 Juli 2026 22.30
Gubernur Maluku Utara Gandeng Fatayat NU Dorong Pertumbuhan Ekonomi Merata
PELANTIKAN: Gubernur Sherly Tjoanda dan Wamen Koperasi Farida Faricha saat menghadiri pelantikan Fatayat NU Maluku Utara, Kamis (15/7/2026) malam.

TERNATE (SuaraNahdliyin.id) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara menjalin kerjasama dengan sejumlah Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama untuk menjadi motor penggerak ekonomi baru di Maluku Utara. Harapan ini disampaikan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, saat menghadiri pelantikan Fatayat NU Maluku Utara di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Ternate, Kamis (15/7/2026) malam.

Melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan kapasitas perempuan, serta perluasan akses pembiayaan, Gubernur Maluku Utara berharap, Fatayat NU bisa menjadi mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Menurutnya, perempuan Fatayat NU memiliki peran penting dalam membangun keluarga yang tangguh, baik dari sisi karakter maupun ekonomi. “Ketika perempuan di Fatayat NU kuat secara karakter agama dan juga kuat secara finansial, maka anak-anak akan terlindungi, keluarga akan sehat,” ujar Sherly.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Farida Faricha, yang kembali mengunjungi Maluku Utara. “Ini merupakan kunjungan kedua beliau sebagai Wakil Menteri Koperasi di Bumi Moloku Kie Raha. Kehadiran beliau menjadi kehormatan sekaligus penyemangat bagi kami,” katanya.

Sherly mengungkapkan, Maluku Utara saat ini masih menjadi salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Namun, menurutnya, tantangan terbesar adalah memastikan pertumbuhan tersebut dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat. “Pertumbuhan ekonomi kita tinggi, tetapi belum sepenuhnya inklusif. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama,” tegasnya.

Karena itu, ia mengajak kader Fatayat NU yang mayoritas merupakan perempuan muda untuk mengambil peran lebih besar dalam pengembangan ekonomi daerah, khususnya melalui sektor UMKM.

Pemprov Maluku Utara, lanjut Sherly, telah menyiapkan berbagai program yang dapat disinergikan, mulai dari peningkatan kapasitas pelaku usaha, pendampingan usaha, akses permodalan, hingga program pemberdayaan keluarga dan pencegahan stunting.

Ia juga menyampaikan kabar baik terkait akses pembiayaan bagi pelaku UMKM melalui Program PNM Mekaar. Menurutnya, bunga pinjaman kini turun dari 24 persen menjadi 9 persen. Program tersebut saat ini telah menjangkau lima kabupaten/kota di Maluku Utara dan ditargetkan diperluas ke lima daerah lainnya pada tahun depan.

“Silakan berkoordinasi dengan dinas terkait. Pemerintah Provinsi siap bekerja sama memanfaatkan potensi besar Fatayat NU yang anggotanya masih muda dan penuh semangat untuk menjadi motor penggerak ekonomi baru di Maluku Utara,” ujarnya.


Sherly juga mengucapkan selamat kepada Ketua dan jajaran Pengurus Wilayah Fatayat NU Maluku Utara yang baru dilantik. “Saya berharap kepengurusan baru mampu melahirkan program-program yang memberikan dampak nyata bagi pemberdayaan perempuan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. hal/rai